Sastra Budaya › Puisi


Bocah Itu ke Ujung Jalan

Kamis, 01/07/2010 WIB | Oleh : Rafi'i Hidayatullah Nazari

Saling silang anak sepatu melangkah memacah genangan

Secarik aspal terlarut oleh gerimis

Bocah itu berlari menerobos remang

Memacu menuju ujung jalan

 

Meretas langit-langit di tepian hari

Bocah itu masih berlari ke ujung jalan

Jalan  lurus berselimut gerimis senja

 

“Mimpiku terdampar di ujung jalan ini”

Bocah itu brteriak menengadah ke langit

 

Trus saja bocah itu berlari

Mencari ujung jalan yang ‘tak bertuah ini

Siapa yang peduli ?

 

Bocah itu berhenti

Berdiri tegap menunjukkan telunjuknya

“Di ujung sana aku akan terbang”

Kembali anak itu berteriak

Dan kembali meneruskan langkah

 

Genangan yang terpecah oleh sepatunya

Menjadi sebuah iramakehidupan

Ditingkahi oleh waktu

 

“Cahaya di ujung jalan itu milikku”

Semakin bersemangat ia berteriak

 

Matanya yang perak, ‘tak henti tertuju ke ujung jalan

Sedikitpun tak berkedip

 

Aroma aspal yang terangkat oleh gerimis

Tak pernah bosan melihat bocah itu

Berlari, berlari dan berteriak

 

Langkahnya semakin laju

tunggu aku di ujung jalan”

Teriaknya kembali menggema

 

 

 

 

Padang, Nopember 2008

 




• Puisi Terkait
• Puisi Lainnya
Inca ..
Suarakampus