Memetik Banyak Hikmah Selama Puasa di Bulan Ramadhan

Ilustrasi seorang muslim yang tengah berdoa (Sumber: Pixabay)

Suarakampus.com- Bulan Ramadhan merupakan bulan yang diperintahkan bagi umat islam untuk berpuasa supaya bisa memetik beberapa hikmah di dalamnya. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT, QS. Al-Baqarah ayat 183 yang memerintahkan umat islam berpuasa dan melakukan ibadah sebanyak-banyaknya, baik ibadah yang wajib maupun sunnah.

Dalam pengajian malam ketiga Ramadhan, Ustadzah Eliza mengatakan seluruh umat muslim mesti mengingat Allah SWT dalam setiap kegiatan guna mendapatkan keselamatan di dunia maupun akhirat. “QS. Ali-Imran ayat 102 jelas menekankan pada kita semua untuk menjalani hidup dengan beribadah secara rutin,” ucapnya saat menyampaikan ceramah di Mushalla Kandis Tigo Ruang, Senin (04/04).

Lanjutnya, seorang muslim yang baik seharusnya bisa melakukan ibadah secara maksimal di bulan Ramadhan. Katanya, hanya orang-orang terpilih yang bisa menuntaskan ibadah puasa dan amalan sunnah dengan baik sehingga mampu memetik banyak hikmah dibaliknya.

Selain itu, Eliza menuturkan seyogyanya bulan Ramadhan adalah bulan peningkatan kualitas takwa bagi umat muslim dihadapan sang pencipta. Hal tersebut bisa diterapkan lewat menghindari perilaku-perilaku tercela sekalipun setelah masuk waktu berbuka.

“Puasa tersebut bukan hanya menahan haus dan lapar, tapi semuanya harus ditahan walaupun sudah melepas dahaga,” ujarnya.

Sambungnya, amalan puasa juga bisa membangun rasa kasih sayang antar sesama. Katanya, dengan berpuasa umat Islam bisa sama-sama merasakan apa yang dirasakan saudaranya yang susah dan berkekurangan dalam hal makanan. “Kita bisa melihat ada beberapa saudara kita yang tidak makan dua hari, untuk itu jika kita punya makanan dan rezeki lebih, sebaiknya saling berbagilah,” tuturnya.

Eliza juga mengatakan setiap amalan dan ibadah yang dikerjakan niatkanlah secara ikhlas demi menolong saudara-saudara kita yang berkekurangan. Ia menegaskan, jangan sampai setiap amalan yang dikerjakan diselingi dengan sifat ria. “Kerjakanlah ibadah puasa dan amalan lainnya semata-mata hanya mencari ridhanya Allah SWT,” lugasnya.

Katanya, puasa juga bermanfaat dalam mengontrol hawa nafsu manusia. Hal tersebut sesuai dengan anjuran dari Rasulullah SAW yang menyuruh umatnya makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. “Sejatinya, berbuka di bulan Ramadhan hanya melegakan sejenak bukan mencoba semua makanan, sehingga lalai dalam beribadah,” terangnya.

Ia juga berpesan, agar umat muslim dapat bersungguh-sungguh dalam beramal di bulan puasa serta mengerjakan kebaikan sebanyak-banyaknya. Kata dia, bahwa amalan puasa hanya diketahui oleh Allah SWT nilai dan pahalanya, sehingga umat Islam harus berhati-hati dalam setiap tindakan.

“Mudah-mudahan setelah Ramadhan ini, kita menjadi hamba yang hidupnya ibarat kain yang kembali putih,” harapnya. (hry)

Wartawan: Ulfa Desnawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pentingnya Muhasabah Diri pada Bulan Ramadhan

Next Post

AJI Jayapura Kembali Kecam Kasus Kekerasan Oleh Dua Wartawan INEWS TV

Related Posts