Sejarah Tercetusnya Visi LPM Suara Kampus UIN IB

Salah seorang Pendiri LPM Suara Kampus, Yulizal Yunus (sumber: Nadhira Syauqi/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Pendiri LPM Suara Kampus Yulizal Yunus mengatakan, visi Mengemban Tridarma Perguruan Tinggi dan Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah, telah menjadi andalan pihaknya saat melahirkan karya selama 44 tahun. Katanya, hal tersebut berkat usulan Wakil Rektor II  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang pada masanya.

Dilansir dari laman suarakampus.com, LPM Suara Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, secara resmi berdiri pada 29 November 1978. Kendati demikian, LPM Suara Kampus pernah bernama Shaut Al Jamiah pada 1968, dan sempat terhenti selama 10 tahun akibat kekurangan anggota serta dana.

Kemudian, sejak 1978 hingga sekarang, LPM Suara Kampus tetap eksis menerbitkan karya jurnalistik melalui tabloid, majalah, portal pemberitaan online hingga Suara Kampus TV.

Yulizal menjelaskan, visi LPM Suara Kampus terlahir dari harapan agar ada pers mahasiswa selain berkontribusi untuk kampus, namun juga terlibat dalam pembangunan daerah. “Tema Mengemban Tridarma Perguruan Tinggi dan Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah, diberikan sebagai pembeda dari media lain,” terangnya dalam Perayaan HUT ke-44 LPM Suara Kampus UIN IB, Selasa (29/11).

Sehingga, katanya, harapan tersebut ditujukan agar LPM Suara Kampus dapat memberikan pengaruh lewat dunia informasi, dengan berpegang teguh sesuai kandungan Quran Surah Al-A’sr ayat tiga, yang saling menasehati untuk kebenaran dan kesabaran.

“Kita ingin lahir wartawan-wartawan yang mampu tegak di atas perkembangan dan perubahan informasi, berlandaskan ajaran Islam dari kampus putih ini (UIN IB-red),” katanya, di Aula Organisasi Mahasiswa (Ormawa), kampus II UIN IB.

Sementara itu, menurutnya, cita-cita sedari dulu itu semakin didukung oleh perkembangan zaman. Di mana berdasarkan pengalamannya, untuk mencetak foto harus berlari-lari ke studio foto. “Dulu foto layoutnya disetting dengan kertas, dipotong-potong dan dijadikan film. Sekarang teknologi sudah canggih,” terangnya.

Ia ingin dengan majunya teknologi yang bersifat multidimensional, LPM Suara Kampus bisa memanfaatkan dan memacunya dalam meningkatkan kualitas. “Semoga zaman era teknologi ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” harapnya. (red)

Wartawan: Nadhira Syauqi (Mg) dan Ummi Nadia (Mg).

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

LPM Suara Kampus Rayakan HUT ke-44 dengan Libatkan UKM UIN IB

Next Post

Meriahkan EXPO 2022 HMP IPII Datangkan Founder Minanglipp

Related Posts
Total
0
Share