Senja Kala Itu

Suasana senja (foto: Meccarani/suarakampus.com)

Oleh: Nada Asa Fhamilya Febria Andre

Raga ini terduduk di bawah rayuan sinar jingga kemerahan
Jauh di ujung laut sana dia pulang
Aku teringat pada memori kala itu
Kala itu kita berdua duduk di tempat ini
Saling memandang ruang luas di atas sana
Tampak burung-burung berpacu lari ke rumahnya
Senja adalah penanda mereka untuk pulang
Namun kita masih terbelenggu melepas penat
Masih tertawa sebab lelucon yang kau buat
Semudah itu kita tertawa di detik-detik perpisahan senja yang meninggalkan kerinduan
Tak ku sangka senja kala itu adalah senja terakhir kita bersua
Senja terakhir kita menatap langit pada sandaran pundak yang kokoh
Senja kala itu meninggalkan kerinduan pada ku saat ini
Memori senja kala itu membekas di penglihatan ini
Selalu membayang di langit sana ketika ku tatap
Seakan-akan ia mengambil peran dalam hal ini
Ingin ku hapus putaran memori kala itu
Namun hati ini menolak paksa
Aku tak tau lagi jalan melupakan senja kala itu
Kau pergi tanpa aba-aba sejak senja kala itu
Kau peran yang hebat meninggal teka-teki tanpa penjelasan

Padang, 07 Febuari 2021.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Gelembung yang Ciptakan Pertentangan dengan Realita

Next Post

Tips Menulis Sosok Inspiratif dari Wartawan Senior Kompas

Related Posts

Rasa

Penulis: Ulfa Desnawati Rasa empat huruf fenomenaTerdengar sakral dari satu sisiAnugerah dari MahakuasaMemberi rasa untuk merasa Rasa itu…
Selengkapnya
Total
0
Share