Sindrom Baby Blues Menghantui Keluarga, Dika dan Dinda Bertukar Jiwa

Potter rilis teatrikal (Sumber: Akun instagram @poster_film_indonesia)

Judul: Baby Blues
Genre: Drama Komedi Keluarga
Durasi: 100 menit
Sutradara: Andibachtiar Yusuf
Produser: Raam Punjabi
Tanggal Rilis: 24 Maret 2022
Resensiator: Manisma Habibayana (Mahasiswi Prodi Komunikasi Penyiaran Islam UIN Imam Bonjol Padang)

Sinopsis

Film yang bergenre drama komedi keluarga ini menceritakan tentang sebuah keluarga kecil antara Dika dan Dinda yang baru saja diberi momongan. Putri kecil mereka pun diberi nama Dara. Awal kelahiran Dara membawa kebahagiaan bagi keluarga mereka. Dika dan Dinda pun berjanji agar menjadi orang tua yang baik bagi putrinya.

Namun, ternyata semua tidak berjalan semudah yang mereka kira. Dinda yang mulai merasa lelah dan bosan karena dirinya hanya mengurus Dara, ditambah lagi Dika tidak pernah membantunya dalam mengurus putrinya. Akibatnya, Dinda merasa depresi dan stres. Dinda semakin geram ketika suami dan kedua sahabatnya bermain Game di rumah dengan suara yang sangat berisik sehingga Dara terbangun. Dinda yang kesal langsung mematikan video game tersebut dan terus mengomel.

Sedangkan Dika mendapatkan masalah di tempatnya bekerja sebagai pelayan di sebuah Cafe Coffee. Bosnya yang galak baru saja memecat teman kerjanya karena sering tertidur akibat kelelahan karena membantu menjaga bayinya di rumah. Takut hal tersebut terjadi pada dirinya, sehingga Dika merasa marah apabila ia dibangunkan istrinya tengah malam untuk membantu mengurus Dara.

Hari demi hari berlalu, Dinda semakin merasa depresi mengurus putrinya, karena Dara sering menggigit putting Dinda hingga nyeri. Apalagi perbedaan pendapat dengan mertuanya membuat Dinda semakin merasa lelah hingga akhirnya ia mengalami baby blues. Suatu hari Dika asik nongkrong dengan kedua sahabatnya hingga lupa pulang padahal ia sudah mempunyai janji dengan istrinya agar membawa Dara ke rumah sakit untuk imunisasi. Akhirnya, Dinda yang kecewa pergi berdua saja dengan Dara. Sepulang dari rumah sakit. Dinda mengeluh dan marah hingga akhirnya sepasang suami istri tersebut bertengkar hebat dan membuat mertuanya kepo.

Dinda berharap suaminya bisa merasakan bagaimana lelahnya mengurus Dara di rumah. Karena pertengkaran tersebut, sebuah kejadian aneh pun terjadi. Saat bangun tidur di pagi hari jiwa mereka tertukar. Disinilah awal permasalahan mereka yang sesungguhnya. Akhirnya, mereka terpaksa bertukar peran. Jiwa Dika yang berada di tubuh Dinda kurang paham mengurus bayi membuatnya mesti menyewa baby sister. Sedangkan jiwa Dinda yang berada di tubuh Dika harus pergi bekerja di Cafe Coffee. Singkat cerita, tubuh Dika alias jiwa Dinda di pecat dari pekerjaannya. Karena bosnya merasa jika Dika tidak becus. Sedangkan tubuh Dika alias jiwa Dinda pergi meninggalkan rumah ketika tahu ibunya baru saja bercerai. Ia pergi dalam keadaan begitu marah karena Dika alias tubuh Dinda tidak memberitahu dirinya jika ibunya bercerai.

Keesokan harinya, Dara mengalami dehidrasi dan demam karena kekurangan ASI. Untungnya segera dirawat di rumah sakit. Dika dan Dinda pun sempat bertengkar hebat, terpaksa Dara harus diinfus dan dirawat di rumah sakit. Akhirnya, mereka mengambil jalan pintas untuk menurunkan egonya dan berharap kesembuhan Dara. Di saat yang sama, mereka berdoa agar bisa kembali ke diri masing-masing dan hidup normal kembali seperti dahulu. Syukurlah saat terbangun jiwa mereka sudah kembali ke tempat semula. Dinda dan Dika sangat senang hingga berteriak di ruangan tersebut dan kabar baiknya ternyata Dara juga sudah pulih dan bisa di bawa pulang.

Kelebihan Film:

Film ini cocok ditonton oleh keluarga apalagi yang baru saja menikah dan mempunyai anak. Mengajarkan kita bahwa peran kedua orang tua itu sangat penting dalam mengurus dan membesarkan anak. Selain itu, dukungan dari keluarga juga sangat berpengaruh. Karena kejadian seperti ini sangat banyak dialami oleh orang tua yang baru mengurus anak. Merasa tidak didukung sehingga membuat sang ibu merasa depresi dan akhirnya baby blues. Film ini juga tidak membosankan karena selain mengajarkan tentang mengurus anak juga diselipkan hal-hal yang mengundang gelak tawa penonton karena adegan-adegan komedi.

Kekurangan Film:

Menurut saya, masalah atau konflik di akhir cerita yang ditonjolkan kurang menyentuh penonton atau tidak sesuai dengan judul film. Seperti di saat ibu Dinda bercerai dengan ayahnya sehingga membuat Dinda pergi dari rumah. Kemudian, alur ceritanya juga masih terasa kurang kompleks.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

WR I UIN IB: Besaran UKT Mahasiswa Tergantung Akreditasi dan Pemilihan Prodi

Next Post

Anjing Serdadu

Related Posts
Total
0
Share
Hacklinkizmir nakliyatbalgat nakliyateryaman evden eve nakliyatçankaya nakliyat