Wakaf Tumbuhkan Solidaritas Antar Umat Islam

Suarakampus.com- Saat berbicara kajian fikih Islam, ada satu pembahasan yang sayang untuk dilewatkan yakni wakaf. Wakaf secara garis besar dapat dipahami sebagai pemindahan hak kepemilikan terhadap harta seseorang kepada suatu badan penerima.

Wakaf memiliki banyak manfaat yang bisa menghantarkan manusia ke ladang pahala. Hal ini dikarenakan benda yang diwakafkan dianggap sebagai amal jariyah yang pahalanya akan tetap mengalir hingga akhir hayat si pewakaf. Wakaf juga dapat menumbuhkan jiwa sosial dan solidaritas antar sesama muslim, sehingga umat muslim akan semakin solid dan terjaga kerukunannya.

Berwakaf bukanlah perkara yang sulit, karena saat ini banyak lembaga yang menyediakan penyaluran wakaf, seperti Dompet Dhuafa. Selain berwakaf melalui perantara sebuah lembaga yang membawahi urusan wakaf, umat muslim dapat berwakaf untuk pembangunan masjid dan sekolah-sekolah.

Berbicara mengenai wakaf terhadap sekolah, Ketua Diniyyah Pasia Peduli, Muhammad Rizki Akbar Koto mengatakan dua tahun silam, Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia menerima wakaf tanah dari salah seorang dermawan setempat bernama Rusdi.

“Rusdi telah mewakafkan tanahnya dan gedung empat lantai, selain Rusdi ada juga yang mewakafkan bagunan berupa masjid di atas tanah wakaf yang ditargetkan senilai dua milyar rupiah,” katanya kepada suarakampus.com, Kamis (03/06).

Ia menjelaskan tanah wakaf yang diperkirakan lebih 1000 m² sudah dimanfaatkan oleh pihak pengelola Pondok Pesantren untuk membangun ruang belajar santri kelas tiga putra dan masih menunggu bangunan lanjutan.

“Kami menargetkan empat lantai dengan 24 ruangan yang sangat cukup untuk seluruh santri kelas satu sampai enam,” jelasnya.

Senada dengan itu, Dosen Fikih UIN Imam Bonjol Padang, Tiswarni menilai seharusnya umat Islam lebih terpacu dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah, seperti dengan berwakaf. Belum lagi dengan berbagai kemudahan serta fleksibilitas harta yang dapat diwakafkan, sebagaimana yang tertera dalam berbagai kitab fikih.

“Jika hal-hal seperti ini dirasa tidak menyulitkan bagi umat, terlebih mereka lebih tergugah untuk berwakaf, tentunya pendidikan untuk generasi muda muslim akan lebih terjamin dan berujung pada minimnya pengangguran di masa yang akan datang,” pandangnya. (ulf)

Wartawan: Randa Bima Asra (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pemerintah Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji, Begini Tanggapan Guru Besar UIN Imam Bonjol

Next Post

Ajak Pers Sumbar Bangun Jurnalisme Keberagaman, Sejuk Bakal Adakan Workshop

Related Posts
Total
0
Share