Pemateri Pelita Padang Bahas Tiga Tahap Menghargai Keberagaman

Seminar moderasi beragama dan dialog antaragama HMP SAA di Aula Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama . Sumber: Lusi.

Suarakampus.com– Himpunan Mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama (HMPS SAA) menggelar seminar moderasi beragama dan dialog antaragama di Aula Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang. Kegiatan ini menghadirkan Silmi Novita Nurman dari Pelita Padang sebagai pemateri yang membahas pentingnya toleransi dan sikap saling menghargai, Jumat (16/10).

Dalam pemaparannya, Silmi menjelaskan, setiap individu memiliki perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga memaparkan dua sikap dalam menyikapi keberagaman, yaitu toleransi dan intoleransi.

“Toleransi adalah sikap yang menghargai, sedangkan intoleransi merupakan ketiadaan tenggang rasa dan munculnya diskriminasi,” paparnya.

Untuk melibatkan mahasiswa, Silmi mengajak peserta menjawab pernyataan dengan memilih setuju atau tidak setuju. Salah satu pernyataan yang diberikan ialah, “Saya tetap bisa berteman dekat dengan seseorang yang memiliki keyakinan agama berbeda dengan saya.”

Ia juga menekankan, keberagaman perlu dihargai dengan memahami pengalaman orang lain tanpa menyamaratakan pandangan setiap individu.

“Di luar sana, seperti yang kita ketahui, banyak keberagaman yang ada dan kita harus bisa menghargainya, baik itu ideologi maupun pandangan,” ungkapnya.

Di akhir pemaparan, Silmi menjelaskan tiga tahap dalam membangun sikap saling menghargai keberagaman. Tahap pertama adalah mengakui dengan hormat, yakni menyadari bahwa setiap orang memiliki hak yang sama.

“Tahap kedua ialah merayakan perbedaan, yaitu membuka diri untuk mengenal dan memahami keberagaman. Tahap terakhir adalah melindungi perbedaan, yakni aktif menjaga dan membela hak setiap orang agar dapat hidup rukun dan damai,” tutupnya. (Fau)

Wartawan: Lusi Wayuni (Mg), Nur Hanifah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

HMPS SAA Dorong Toleransi melalui Dialog Antaragama

Related Posts
404

404

Page not found.

Home