Oleh : Ulya Rahma Yanti
(Mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang)
Aku tak membenci baskara
Namun, aku membenci kilauan yang dipancarkannya
Aku juga tak membenci nabastala
Tetapi, keindahannya membuatku terluka
Pikiranku tentang dewasa itu menyenangkan
Merupakan kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan
Sakitnya diabaikan dan dianggap bisa melakukan segalanya sendirian
Aku kecewa karena harapanku hanya sebatas khayalan
Papa berdusta tentang dia yang akan selalu ada
Dia ada, tapi membiarkan aku dewasa dalam kesendirian
Papa berdusta tentang dia yang akan selalu mendengarkan ceritaku
Dia menghancurkan kepercayaanku dan membiarkan aku dewasa dengan segala kesedihan
Dewasa sangat membuatku muak dan ingin lari dari kenyataan
Aku ingin seperti rembulan yang selalu ditemani oleh banyak bintang
Seperti hujan yang didatangi pelangi untuk menghibur segala kesedihannya
Aku ingin kembali menjadi bayi kecil yang selalu dirangkul dan didengarkan
Apakah dewasa sesendu ini?
Tak adakah ruang sedikit saja
Agar aku tersenyum tanpa harus berpura-pura
Aku ingin menjadi seindah bumantara di malam hari
Padang, 07 Januari 2024