Oleh : Zahra Mustika
(Mahasiswa Jurusan Studi Agama Agama)
Biar ku genggam sedih tanpa berteriak
Ku lepas ia menjadi debu yang bersemayam dalam dada
Halus dan nyaris tak terlihat
Biar ku simpan rindu seperti menyamar luka
Bertameng senyum ketenangan menutup perih
Agar saat hatiku luluh lantak lebih awal
Dunia tetap kokoh pada pijakannya
Kita pernah menjadi dua cahaya
Yang percaya bisa saling menerangi
Tanpa sadar malam lebih pandai memisahkan
Daripada pagi mengikat harapan.
Biarkan aku sepi berteman diam tanpa suara
Biarkan hening menjadi saksi yang tak bertanya
Biarkan hilang mejadi mantra yang tak berkata
Biarlah aku berkenalan damai pada yang tak kembali
Biarlah malam menyelimuti gelisahku
Biarkan langit merawat bintang
Tanpa meminta kau untuk pulang.