Ramadan sebagai Syahrul Qur’an dan Momentum Penguatan Interaksi dengan Al-Qur’an

Tangkap layar Aam Amiruddin saat menyampaikan ceramah. Sumber : Zahra Mustika.

Suarakampus.com– Sebagai bulan turunnya Al-Qur’an, Ramadan tidak hanya identik dengan ibadah puasa, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Hal itu disampaikan Aam Amiruddin dalam ceramah di kanal YouTube Aamamiruddinofficial, dengan merujuk Surah Al-Baqarah ayat 185, Sabtu (21/02).

Penceramah Aam Amiruddin mengungkapkan bahwa Surah Al-Baqarah ayat 185 menyebut Ramadan sebagai Syahrul Qur’an. “Selain berpuasa, Ramadan juga menjadi momentum penguatan interaksi dengan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Menurutnya, turunnya Al-Qur’an di bulan Ramadan memadukan latihan spiritual dengan penguatan cara berpikir umat Islam. “Puasa melatih pengendalian diri, sedangkan Al-Qur’an membimbing cara berpikir,” katanya.

Aam menambahkan bahwa tradisi memperbanyak bacaan Al-Qur’an di bulan Ramadan bukan sekadar kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun. “Hal ini menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah turunnya wahyu,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa Ramadan dapat menjadi ruang evaluasi diri bagi setiap muslim. “Ayat-ayat yang dibaca menjadi cermin dalam pembentukan akhlak,” sebutnya.

Ia menegaskan bahwa umat Islam seharusnya tidak membatasi semangat dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an hanya di bulan Ramadan. “Jadikanlah Al-Qur’an sebagai teman hidup,” pungkasnya. (Fau)

Wartawan: Putri Wahyuni (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Tiga Tingkatan Interaksi dengan Al-Qur’an

Next Post

FTK UIN IB Matangkan Persiapan Pelantikan 11 Ormawa

Related Posts