Nurus Sholihin Ajak Mahasiswa Tuntaskan Studi 3,5 Tahun

Wakil Rektor I Nurus Sholihin di Aula GSG, Kampus II Lubuk Lintah. Sumber : Nur Hanifah/Suarakampus.com

Suarakampus.com – Wakil Rektor I UIN Imam Bonjol Padang, Nurus Sholihin mendorong Pandeka 2026 tuntaskan masa kuliah 3,5 tahun untuk membentuk dan mempertajam kemampuan diri sebelum memasuki kehidupan setelah kampus, Rabu (19/8).

Wakil Rektor I UIN Imam Bonjol Padang, Nurus Sholihin mengungkapkan, masa kuliah adalah fase mengasuh dan membangun diri.

“Masuk sebagai pandeka, keluar sampai imam. Kita membutuhkan 3,5 tahun untuk mempertajam sesuatu yang bisa melekat ke dalam diri kita,” ungkapnya.

Ia mengujarkan, konsep imam tidak hanya berkaitan dengan posisi dalam kehidupan keagamaan. Baginya, imam merupakan sosok yang mampu menjadi teladan, memberikan inspirasi serta menunjukkan identitas melalui integritas.

“Imam itu tiga kata kuncinya: teladan, inspiratif, tepat,” katanya.

Menurutnya, untuk menjadi sosok seperti itu mahasiswa perlu memiliki tiga aspek utama, yakni pengetahuan, sikap dan keterampilan. Pengetahuan menjadi bekal untuk mengisi diri dengan iman, ilmu dan kebudayaan.

Pengetahuan yang luas menurutnya juga harus diikuti sikap yang baik. Mahasiswa perlu membangun kejujuran, kedisiplinan, profesionalitas serta kemampuan berkomunikasi dengan baik.

“Orang yang punya pengetahuan luas dan mendalam belum tentu punya sopan santun,” ujarnya.

Selain pengetahuan dan sikap, Nurus menekankan pentingnya keterampilan sebagai bagian dari pembentukan mahasiswa. Ia mendorong mahasiswa memperbanyak pengetahuan dan keterampilan selama masa kuliah.

Kata dia, mahasiswa harus menyusun target usai PBAK. Setiap mahasiswa harus memiliki kalender untuk 3,5 tahun masa kuliah dengan target pengetahuan dan keterampilan yang ingin dicapai setiap semester.

Menurutnya, proses pembentukan diri perlu dibarengi dengan penguatan spiritualitas. Hal tersebut dinilai penting di tengah penggunaan media sosial yang dapat menjadi ruang munculnya perundungan dan tekanan terhadap mahasiswa.

Pejabat kampus ini mendorong mahasiswa untuk membangun kebiasaan spiritual yang dapat membantu menjaga ketenangan batin selama menjalani kehidupan di kampus.

Ia menilai masa 3,5 tahun di perguruan tinggi merupakan waktu yang relatif singkat. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan setiap tahap perkuliahan. (rar)

Wartawan: Nur Hanifah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Disambut Hujan dan Keterlambatan, Pembukaan PBAK UIN IB 2026 Tetap Kondusif

Next Post

3.006 Maba UIN IB 2026 Kenakan Tingkuluak Berwarna Sesuai Fakultas

Related Posts