Mahasiswa Akhir UIN IB Padang Mengeluh Kesulitan menghubungi Dosen Pembimbing Skripsi

Kampus Tiga Universitas Islam Negeri Imam Bonol Padang dalam hasil tangkapan kamera drone. Sumber Foto : Langgam.id

Suarakampus.com– Sejumlah mahasiswa akhir Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang mengeluh kesulitan menghubungi dosen pembimbing dalam proses penyusunan skripsi. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap kelancaran bimbingan dan penyelesaian studi. Juma’at (16/01).

Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga, Abdul Hamid Chaniago, mengungkapkan komunikasi yang lancar dengan dosen pembimbing sangat diperlukan. “Kemudahan ini membantu mahasiswa menyelesaikan skripsi tepat waktu,” ungkapnya.

Abdul mengaku komunikasi dengan dosen pembimbingnya tergolong sulit. “Dosen pembimbing lama merespon chat dan sulit ditemui,” katanya sewaktu diwawancarai.

Dalam wawancara dengan tim Suarakampus.com, Abdul menuturkan bahwa proses bimbingan sempat terhenti selama beberapa bulan. “Saya selalu follow up dan menanyakan jadwal bimbingan agar skripsi bisa dilanjutkan,” tuturnya kepada wartawan Suarakampus.com.

Menurutnya, komunikasi yang tidak baik sebabkan keterlambatan revisi skripsi. “Hal ini sangat mempengaruhi kelancaran penyelesaian studi,” papar mahasiswa Hukum Keluarga di akhir wawancara.

Senada dengan hal tersebut, mahasiswi yang enggan disebutkan namanya, berinisial M, menyampaikan dosen pembimbing berperan mengarahkan mahasiswa. “Tanpa dosen pembimbing, mahasiswa kehilangan arah,” ujarnya.

Narasumber ini menuturkan komunikasi seharusnya dapat berjalan lancar. “Sudah ada WhatsApp, email, Zoom, dan Google Meet,” katanya.

Menurutnya, dosen pembimbing pertama tergolong mudah dihubungi meskipun lambat memberikan respon. “Bimbingan masih bisa dilakukan lewat chat,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa dosen pembimbing kedua sulit diajak berkomunikasi. “Pesan hanya dibaca tanpa balasan, padahal ingin memastikan keberadaannya untuk bimbingan,” tutupnya.

Sementara itu, Muhammad Ghazali, menilai tanpa bimbingan yang memadai, mahasiswa akan kesulitan. “Mahasiswa berpotensi kehilangan arah dalam menyusun tugas akhir,” kata Ghazali.

Mahasiswa yang akrab disapa Ghazali ini menyampaikan bahwa secara teknis, komunikasi seharusnya mudah dilakukan. “Namun, masih terdapat dosen pembimbing yang sulit dihubungi dan tidak merespon pesan mahasiswa,” ungkap mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam ini.

Mahasiswa ini melanjutkan, dosen pembimbing kedua lebih mudah diajak berkomunikasi meskipun responnya lambat. “Saya masih bisa memahami karena beliau memiliki banyak kegiatan,” ujarnya.

Menurut Ghazali, dalam lingkungan akademik, selain mengajar, dosen juga mengemban tanggung jawab moral. “Kesibukan tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan kewajiban membimbing mahasiswa,” tegasnya.

Merujuk Pedoman Akademik UIN Imam Bonjol Tahun 2022 Bab III tentang Ketenagaan, dosen memiliki tugas pokok melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar, serta melakukan bimbingan akademik sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1). Ketentuan tersebut juga mencantumkan kewajiban dosen dalam memberikan bimbingan laporan akhir, skripsi, tesis, dan disertasi pada Pasal 5 ayat (8).

Pedoman Akademik tersebut juga mengatur kompetensi dosen yang meliputi aspek pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional sebagaimana tercantum dalam Pasal 4. Kompetensi sosial menekankan kemampuan dosen dalam berkomunikasi secara efektif dengan mahasiswa dalam lingkungan akademik.

Hingga berita ini diterbitkan, tim Suarakampus.com masih berupaya menghubungi pihak fakultas dan dosen pembimbing terkait untuk memperoleh penjelasan dan tanggapan atas keluhan mahasiswa tersebut. (rar)

Wartawan: Taufiq Adek Angga

Catatan Redaksi:

Berita ini pertama kali terbit pada Sabtu (16/01) pukul 22.42 WIB dan telah direvisi pada pukul 05.30 WIB. Perbaikan dilakukan oleh redaktur dengan menambahkan data tertentu. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Malam Yang Ditaburi Bintang-Bintang

Next Post

Gembira Alam Tiada Tara

Related Posts