Adi Hidayat Soroti Bahaya Kafir

Adi Hidayat memberikan penjelasan kepada jamaah tentang bahaya kafir. Sumber : Anisa Pitri Tara/Suarakampus.com

Suarakampus.com– Adi Hidayat mengingatkan bahaya paham yang mudah mengkafirkan sesama Muslim dalam Tabligh Akbar Ramadan Masjid Baret Hijau di Masjid Ar-Rohman Baret Hijau, Cijulang, Pangandaran, yang juga disiarkan melalui kanal YouTube Adi Hidayat Official. Peringatan tersebut disampaikan dalam tausiyah pada Kamis (19/02).

Adi Hidayat mengingatkan jemaah agar waspada terhadap kelompok yang tampak rajin beribadah, tetapi gemar menghukumi dan mencaci sesama Muslim. “Jangan mudah mengkafirkan,” tegasnya.

Penceramah itu menjelaskan Nabi Muhammad telah memberi peringatan tentang munculnya golongan yang tekun salat, puasa, dan zakat, namun akhlaknya tidak mencerminkan nilai ibadah. “Ibadah tanpa akhlak tidak bernilai,” ujarnya.

Ia menegaskan orang yang mudah melabeli kafir kepada sesama Muslim berisiko menerima dampak dari ucapannya sendiri. “Ucapan itu bisa kembali kepada pelakunya,” katanya.

Adi Hidayat menambahkan hanya Allah yang mengetahui isi hati seseorang sehingga manusia tidak berwenang menentukan iman dan kufur pihak lain secara sembarangan. “Iman bukan untuk dihakimi manusia,” jelasnya.

Penceramah itu memaparkan kisah Arab Badui dalam Surah Al-Hujurat ayat 14 sebagai contoh bahwa pengakuan beriman di lisan belum tentu mencerminkan keyakinan di hati. “Iman harus meresap ke hati,” tuturnya.

Adi Hidayat menyinggung bahaya paham ekstrem yang kerap berujung pada kekerasan dengan dalih jihad, termasuk aksi bom di Jalan Thamrin yang dinilai tidak dapat dibenarkan. “Itu bukan jihad,” tegasnya.

Ia mengingatkan fenomena belajar agama secara instan melalui potongan konten media sosial tanpa merujuk sumber yang otoritatif berpotensi melahirkan pemahaman dangkal dan radikal. “Belajarlah dari guru yang jelas,” pesannya.

Menutup ceramah, Adi Hidayat mengajak jemaah memanfaatkan Ramadan untuk memperbanyak amal saleh seperti tarawih dengan khusyuk dan istigfar saat sahur. “Jadikan Ramadan momentum memperbaiki diri,” pungkasnya. (rar)

Wartawan : Anisa Pitri Tara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Ramadan Momentum Puncak Perbaikan Diri dan Pelatihan Spiritual Umat Islam

Next Post

Tiga Golongan Orang Berpuasa Dalam Ramadhan

Related Posts