Suarakampus.com– Liputan mendalam tidak dapat dilakukan secara spontan karena membutuhkan perencanaan yang matang sebelum proses peliputan berlangsung. Penyusunan Term Of Reference (TOR) menjadi salah satu tahapan penting untuk menentukan arah dan fokus liputan, Sabtu (13/06).
Pemateri Indept Reporting dan Feature Writing, Hendra Makmur menjelaskan, liputan mendalam berbeda dengan berita langsung. ” Indept justru akan menggali latar belakang, proses, hingga dampak dari suatu persoalan,” jelasnya.
Menurutnya, berita langsung bertujuan menyampaikan fakta secara cepat kepada pembaca sedangkan feature disusun dengan pendekatan bercerita. “Tujuannya adalah mengajak pembaca memahami suatu persoalan melalui alur yang dibangun penulis,” sampainya.
Pemimpin Redaksi (Pimred) Langgam.id ini menerangkan, tidak semua persoalan dapat disampaikan dengan pendekatan yang sama. “Beberapa isu dapat ditulis dalam bentuk feature, sementara isu lainnya lebih tepat disajikan melalui berbagai bentuk penyajian karya jurnalistik,” terangnya.
Dalam proses penyusunan liputan mendalam, ia menuturkan, wartawan harus melalui sejumlah tahapan mulai. “Ini dimulai dari penentuan topik, melakukan riset awal, menyusun TOR, melakukan peliputan, menganalisis data, hingga menyusun hasil liputan untuk dipublikasikan,” tuturnya.
Ia menegaskan, TOR berfungsi sebagai panduan kerja selama proses peliputan berlangsung. “Kalau tidak ada perencanaan, liputan mendalam tidak akan nyambung. Karena itu harus dimulai dari TOR,” tegasnya.
Bagi Hendra, perbedaan keterangan antarnarasumber harus diuji kembali melalui data dan fakta yang tersedia. “Jurnalisme tidak netral, namun berpihak kepada yang benar,” ujar pria yang akrab disapa Da Hen.
Pada kesempatan tersebut, Hendra juga mengingatkan peserta agar tidak menggunakan deskripsi secara berlebihan dalam penulisan feature. “Jadikan deskripsi sebagai bumbu untuk membawa pembaca ke cerita yang ingin disampaikan,” tutupnya. (rar)
Wartawan: Irfannov Zacky Aji (Mg)