Tiga Peran Zakaria Peraih IPK 3,84

Sumber : Dokumentasi Pribadi Narasumber

Suarakampus.com – Setang Maxim menjadi bagian dari keseharian Muhammad Zakaria selama menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Kesibukan itu tak menghalangi mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis tersebut menyandang predikat lulusan terbaik pada Wisuda ke-96 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84, Kamis (30/7).

Predikat itu menjadi capaian yang telah dipersiapkannya sejak awal kuliah. Zakaria mengaku menargetkan diri untuk meraih hasil akademik terbaik dan berusaha menjaga konsistensi belajar hingga menyelesaikan studinya.

“Saya sudah menargetkan dari sejak kuliah, harus memiliki nilai terbaik,” ujarnya.

Menjelang penentuan lulusan terbaik, rasa percaya dirinya sempat goyah. Saat program studi meminta sertifikat sebagai salah satu syarat seleksi, ia merasa peluangnya kecil karena tidak memiliki banyak sertifikat kegiatan.

“Saya sempat khawatir karena di sana saya sangat sedikit memiliki sertifikat,” katanya.

Di balik capaian akademiknya, Zakaria menjalani hari-hari yang cukup padat. Selain mengikuti perkuliahan, ia bekerja sebagai pengemudi Maxim, mengemban amanah sebagai garin masjid, serta aktif di Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama.

Beragam aktivitas itu justru menjadi ruang belajar baginya. Menurut Zakaria, organisasi dan pekerjaan mengajarkannya tentang tanggung jawab, kedisiplinan, serta pentingnya hadir di tengah masyarakat.

Meski demikian, ia tidak pernah menggeser prioritas utamanya sebagai mahasiswa. Kuliah tetap menjadi fokus, sedangkan pekerjaan dan organisasi dijalani di sela waktu yang tersedia.

“Di sela waktu kuliah saya mengikuti organisasi. Organisasi memang sibuk, tetapi yang lebih prioritas kuliah karena tujuan kita ke sini untuk kuliah,” tuturnya.

Perjalanan studinya juga tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya. Orang tua, pengurus masjid, jamaah, dan teman-temannya menjadi penyemangat yang membuatnya mampu bertahan menjalani berbagai peran sekaligus.

“Orang tua, ketua pengurus masjid, bapak pengurus, jamaah, dan kawan-kawan,” ujarnya.

Bagi Zakaria, pengalaman selama kuliah tidak hanya diukur dari nilai di atas transkrip akademik. Organisasi memberinya pelajaran agar setiap gagasan diwujudkan menjadi tindakan yang memberi manfaat bagi orang lain.

“Kalau di organisasi harus diwujudkan, jangan hanya direncanakan. Semoga lebih banyak pengalaman dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kini, predikat lulusan terbaik menjadi penutup perjalanan studinya di UIN Imam Bonjol Padang. Zakaria meyakini setiap proses harus dijalani dengan sungguh-sungguh, termasuk ketika mengikuti seleksi lulusan terbaik.

“Kunci mengikuti pemilihan dengan baik, apa pun tugas yang diberikan dikerjakan dengan sebaik mungkin,” pungkasnya. (Fau)

Wartawan: Anisa Pitri Tara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Ahmad Zulfa Syarif Akhiri S1 Sebagai Lulusan Terbaik

Next Post

Rikka Rahim Menemukan Jalan Berkarya Lewat Al-Qur’an

Related Posts