Suarakampus.com – Al-Qur’an bukan hanya menjadi bidang studi bagi Rikka Rahim, tetapi juga bagian dari perjalanan hidupnya. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang itu dinobatkan sebagai Bintang Aktivis Kampus pada Wisuda ke-96 setelah aktif berorganisasi, menorehkan prestasi, serta mengembangkan bakat di bidang puitisasi Al-Qur’an, Kamis (30/7).
Rikka mengaku penghargaan tersebut menjadi hadiah yang dipersembahkan untuk kedua orang tuanya. Ia mengenang perjuangan keluarga yang harus bekerja keras agar dirinya dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
“Tidak semua orang beruntung bisa berkuliah. Aku ingat betapa payahnya orang tua mengantarkan aku duduk di dunia perkuliahan. Inilah bentuk hadiahku atas pengabdian yang mereka berikan,” ujarnya.
Menurut Rikka, setiap proses memiliki tantangan yang harus dihadapi. Pengalaman selama berorganisasi, membangun relasi, hingga menghadapi berbagai ujian justru menjadi cara untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Baginya, kesempatan tidak datang dua kali jika tidak dimanfaatkan. Karena itu, ia mengajak mahasiswa berani mencoba berbagai pengalaman selama masih memiliki kesempatan.
“Carilah pengalaman sebanyak mungkin. Jangan menyia-nyiakan rezeki yang ada. Kalau ditolak, bisa jadi kesempatan itu tidak datang lagi,” katanya.
Berasal dari keluarga sederhana membuat Rikka terbiasa hidup dengan keterbatasan. Ia mengaku tidak tumbuh dengan berbagai fasilitas mewah. Namun, kondisi tersebut tidak pernah membuatnya berhenti bermimpi ataupun kehilangan semangat untuk berprestasi.
“Aku dibesarkan di keluarga sederhana. Sudah terbiasa dengan kekurangan, tetapi itu tidak membuat aku patah semangat. Rezeki bisa datang dari arah mana saja,” tuturnya.
Selama menjadi mahasiswa, Rikka aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Dakwah Digital (UKM PDD) angkatan III, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebagai staf Kerja Sama dan Wirausaha, serta menjadi penerima Beasiswa BSI Scholarship.
Di bidang prestasi, ia meraih Juara III Lomba Kaligrafi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pada 2023, Juara III Lomba Puitisasi Al-Qur’an Dekan Cup Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama pada 2024, serta Juara I Lomba Penulisan Cerpen Tingkat Nasional pada tahun yang sama.
Bagi Rikka, puitisasi Al-Qur’an menjadi pengalaman yang paling membekas. Melalui pembacaan ayat-ayat suci dengan penghayatan, ia merasa semakin dekat dengan Allah SWT sekaligus menemukan cara menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an melalui karya.
“Bahasa Al-Qur’an itu sangat indah. Saat dipuitisasikan dan dibacakan dengan penghayatan, kita bisa merasakan maknanya. Dengan Al-Qur’an, aku merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta,” ujarnya.
Untuk menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi, Rikka selalu membuat daftar kegiatan harian. Cara itu membantunya menentukan prioritas agar seluruh tanggung jawab dapat diselesaikan tanpa mengabaikan kewajiban sebagai mahasiswa.
Menutup perbincangan, Rikka berpesan agar mahasiswa tidak takut mencoba hal-hal baru dan terus membangun lingkungan yang positif. Menurutnya, setiap pengalaman akan menjadi bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
“Jangan takut mencoba hal baru. Tetap berpikir positif, carilah lingkungan dan relasi yang baik, serta terus bertumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan: Irfannov Zacky Aji (Mg).