Pengalihan Jalan FEBI UIN IB Jadi Keluhan, Mahasiswa Soroti Parkir dan Akses Kampus

Parkiran dan akses jalan Gedung FEBI. Sumber: Hasya.

Suarakampus.com– Pengalihan jalan di kawasan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang menimbulkan beberapa kendala bagi mahasiswa dan pengemudi ojek. Mulai dari area parkir yang sempit dan curam hingga akses menuju gedung lain yang mengharuskan pengguna kendaraan memutar, kondisi ini turut memengaruhi aktivitas di lingkungan kampus, Jumat (16/10).

Mahasiswa FEBI, Intan Nurmala Sari mengatakan, perubahan akses jalan membuatnya cukup kesulitan saat beraktivitas di kampus. Menurutnya, area antara Gedung A dan Gedung B terasa semakin sempit karena banyaknya motor yang parkir di sekitar jalur tersebut. Ia juga harus mengambil jalur memutar ketika ingin menuju Gedung J atau perpustakaan menggunakan kendaraan.

“Lumayan menyulitkan, karena area dari Gedung A ke Gedung B menjadi lebih sempit akibat banyaknya motor yang parkir dan area parkirnya juga cukup curam,” kata Intan.

Kondisi parkir tersebut turut menimbulkan kekhawatiran bagi Intan terhadap keamanan kendaraannya. Ia menilai area parkir yang sempit dan curam berisiko membuat motor terjatuh atau tergores kendaraan lain yang melintas.

“Menurut saya, kondisinya masih kurang aman karena tempat parkir menjadi lebih curam dan sempit. Saya khawatir motor bisa terjatuh atau tergores oleh kendaraan lain yang berlalu-lalang,” jelasnya.

Keluhan serupa juga dirasakan salah satu pengemudi ojek, Yulia mengungkapkan, pengalihan jalan membuat jarak perjalanan menjadi lebih jauh sehingga penggunaan bensin meningkat.

“Jalannya lebih jauh dari yang biasa, jadi ongkosnya agak naik, sekitar dua ribu,” ungkap Yulia.

Menurut Yulia, pengemudi ojek kini tidak selalu bisa menjemput penumpang secara langsung di area FEBI karena harus memutar terlebih dahulu. Pembatasan akses pada pagi hari juga membuatnya kesulitan memperoleh penumpang menuju kawasan tersebut.

“Walaupun pendapatan hariannya relatif sama, biaya bensin yang dikeluarkan menjadi lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, satuan pengamanan (Satpam), Roni Vantio menjelaskan, pengalihan jalan dilakukan karena kondisi kawasan masih dalam keadaan darurat. Ia menyebutkan bahwa akses tertentu dibatasi pada Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, untuk mengatur jalur kendaraan dan penggunaan area parkir mahasiswa FEBI.

“Keadaan kita di FEBI ini masih dalam keadaan darurat,” ujar Roni.

Ia juga menjelaskan, keberadaan petugas di persimpangan tiga menjadi tanda akses menuju FEBI sedang ditutup. Pelaksanaan aturan tersebut perlu diperhatikan agar pengguna jalan memahami pembatasan yang berlaku dan dapat menyesuaikan jalur perjalanan mereka.

Di sisi lain, Wakil Rektor II UIN Imam Bonjol Padang, Lukmanul Hakim menyampaikan, kendaraan masih dapat menggunakan jalur alternatif selama proses perbaikan jalan berlangsung.

“Ya, bisa tetap dilalui. Karena ada jalan lain lagi,” ujar Lukmanul Hakim saat ditanya mengenai akses kendaraan selama perbaikan. (Fau)

Wartawan: Hasya Riandri (Mg), Lusi Wahyuni (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Mahasiswa Prodi BSA Presentasikan 26 Makalah pada 8th ICLLE Universitas Negeri Padang

Next Post

HMPS SAA Dorong Toleransi melalui Dialog Antaragama

Related Posts
404

404

Page not found.

Home