Suarakampus.com – Konsistensi Nurul Fajri dalam mengembangkan inovasi dan aktif berorganisasi mengantarkannya meraih predikat Bintang Aktivis Kampus pada Wisuda ke-96 UIN Imam Bonjol Padang, Rabu (29/07).
Keingin berkembang dalam bidang akademik maupun nonakademik, mendorong Nurul Fajri aktif mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan. Langkah awalnya dimulai ketika mengikuti program Duta GenRe tingkat kabupaten.
Sejak itu, ia terus memperluas pengalaman organisasi. Nurul Fajri pernah menjabat sebagai Koordinator Komisi III Senat Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi pada 2024, Koordinator Bagian Media Sosial Tim Media FST periode 2024–2025, serta Koordinator Video dan Fotografer Konten Admisi UIN Imam Bonjol Padang periode 2024–2025.
Keaktifannya di organisasi berjalan seiring dengan prestasi yang diraih. Ia menjadi Juara III Lomba Business Plan tingkat internasional di Riau, Best Paper pada Lomba Business Plan Nasional di Bali, Juara I Lomba Business Plan Tingkat Sumatera di Bukittinggi, serta meraih satu Gold Medal, dua Silver Medal, dan Favorite Poster pada International Student Summit (ISS) 2025.
Nurul Fajri juga menorehkan Silver Medal pada Lomba Business Plan di Malaysia, Favorite Poster pada Idea Fest 2025 di Malang, Gold Medal, Bronze Medal, dan Juara Harapan pada Lomba Esai Nasional di Bandung, serta meraih juara pada ajang EKKN 4 di Magelang.
“Yang paling berkesan bagi saya adalah terpilih menjadi Bintang Aktivis. Penghargaan ini bukan hanya mengapresiasi satu pencapaian, tetapi juga konsistensi, dedikasi, dan perjalanan panjang dalam berkontribusi untuk kampus,” ujarnya.
Menurut Nurul Fajri, tantangan terbesar selama menjadi mahasiswa adalah membagi waktu antara akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi. Berbagai agenda yang datang bersamaan menuntutnya menyusun skala prioritas agar seluruh tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik.
“Untuk mengatasinya, saya menerapkan manajemen waktu yang baik, menyusun skala prioritas, membuat jadwal yang terstruktur, serta membangun komunikasi yang baik dengan tim apabila terjadi kendala,” katanya.
Ia menegaskan akademik tetap menjadi prioritas utama. Untuk menjaga keseimbangan, ia memanfaatkan kalender dan daftar tugas agar setiap pekerjaan memiliki target penyelesaian yang jelas serta menghindari kebiasaan menunda pekerjaan.
Bagi Nurul Fajri, predikat Bintang Aktivis Kampus tidak hanya ditentukan oleh banyaknya aktivitas yang diikuti. Menurutnya, konsistensi dalam berkontribusi, kepemimpinan, integritas, dan kemampuan bekerja sama menjadi faktor penting dalam setiap proses yang dijalani.
“Saya percaya bahwa proses seleksi tidak hanya melihat banyaknya aktivitas, tetapi juga kontribusi, kepemimpinan, dan karakter yang dimiliki setiap peserta,” tuturnya.
Berbagai pengalaman itu mengajarkannya arti tanggung jawab, disiplin, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi. Ia berharap penghargaan yang diraih menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Semoga semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peran, menciptakan inovasi, serta menjadi agen perubahan yang membawa nama baik kampus di tingkat nasional maupun internasional. Organisasi dan aktivitas kemahasiswaan bukan sekadar menambah pengalaman, tetapi juga membentuk karakter dan jaringan yang akan sangat bermanfaat di masa depan,” tutupnya. (raf)
Wartawan: Aisyah Nurlaili Arinda (Mg)