Suarakampus.com-Keluarga almarhum Sutan Zaili Asril, salah seorang perintis Surat Kabar Kampus (SKK) Suara Kampus, menghibahkan ratusan koleksi buku pribadi almarhum kepada UIN Imam Bonjol Padang. Penyerahan menjadi upaya menjaga dan melanjutkan warisan intelektual tokoh pers Sumatera Barat yang semasa hidup dikenal dekat dengan dunia literasi dan kepenulisan, Kamis (8/10).
Hibah buku diserahkan oleh keluarga yang diwakili istrinya, Desnayetti Zaili. Koleksi yang disumbangkan terdiri atas berbagai literatur, mulai dari jurnalistik, sosial-politik, agama, kebudayaan Minangkabau, sastra, hingga sejumlah novel dan karya tulis almarhum.
Keluarga menyebut, penyerahan koleksi merupakan amanah sekaligus bentuk kecintaan Sutan Zaili Asril terhadap buku, pendidikan, dan pengembangan generasi muda.
“Semoga buku-buku ini terus mengalirkan ilmu dan menghidupkan semangat literasi bagi generasi muda,” ujar perwakilan keluarga.
Warisan Buku untuk Kampus
Koleksi buku diterima oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, Fadhila Nurul Husna Zalmi, bersama Komite UPT Perpustakaan, Lailatur Rahmi, dan Ketua Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Shinta Nofita Sari.
Bagi UIN Imam Bonjol Padang, koleksi tersebut memiliki nilai historis, karena merekam sebagian perjalanan intelektual salah seorang tokoh pers yang pernah tumbuh di lingkungan IAIN Imam Bonjol Padang, yang kini menjadi UIN Imam Bonjol Padang.
Ratusan buku akan ditempatkan di perpustakaan utama universitas. Sebagian koleksi juga akan ditempatkan di sekretariat SKK Suara Kampus agar lebih mudah diakses mahasiswa, khususnya mereka yang aktif dalam kegiatan pers mahasiswa.
Selain itu, kampus berencana menghadirkan sudut khusus yang menampilkan koleksi, sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi Sutan Zaili Asril dalam dunia jurnalistik dan literasi.
Dari Suara Kampus ke Dunia Pers
Sutan Zaili Asril, yang akrab disapa Zai dan dikenal pula dengan nama pena Cucu Magek Dirih, merupakan salah satu tokoh pers berpengaruh di Sumatera Barat. Ia dikenal sebagai pendiri Grup Padang Ekspres dan memiliki perjalanan panjang dalam membangun serta mengembangkan pers daerah.
Jauh sebelum dikenal sebagai tokoh pers profesional, Sutan Zaili Asril merupakan bagian dari lingkungan mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang. Saat menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah, ia bersama Yulizal Yunus, Shofwan Karim, Fachrul Rasyid, Emma Yohanna, dan Herman L menjadi generasi awal yang merintis SKK Suara Kampus pada 1978.
Media mahasiswa tersebut terus bertahan hingga kini dan berkembang menjadi salah satu pers mahasiswa yang memiliki sejarah panjang di Ranah Minang.
Menjaga Jejak Intelektual
Abdullah Khusairi, dosen UIN Imam Bonjol Padang yang pernah menjadi reporter Harian Pagi Padang Ekspres, mengenang Sutan Zaili Asril sebagai sosok pemimpin pers yang visioner dan memberi ruang bagi wartawan muda untuk berkembang.
“Beliau mengajarkan bagaimana melihat masa depan media dan membangun budaya kerja jurnalistik,” ujarnya.
Menurut Abdullah, hibah tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar penyerahan koleksi pribadi. Buku-buku itu merupakan bagian dari perjalanan intelektual Sutan Zaili Asril yang kini kembali hadir di lingkungan kampus.
“Buku-buku itu menjadi cara untuk menjaga ingatan dan meneruskan gagasan beliau kepada generasi berikutnya,” katanya. (rar)
Penulis: Abdullah Khusairi