30 Titik Lampu Jalan UIN IB Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2026

Jalan baru UIN IB Padang. Sumber: Ergina.

Suarakampus.com– Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang akan memasang 30 titik tiang lampu sepanjang jalan baru untuk meningkatkan penerangan, dengan anggaran Rp6,2 miliar dari Kementerian Agama dan ditargetkan rampung akhir 2026, namun pengerjaan masih menunggu hasil tender di Jakarta, Selasa (5/10).

Wakil Rektor II UIN Imam Bonjol Padang, Lukmanul Hakim mengatakan, pemasangan lampu akan dilakukan di sepanjang jalan baru dengan jumlah 30 titik tiang lampu. “Rencana kita akan dipasang sebanyak 30 titik tiang lampu sepanjang jalan baru,” katanya.

Lukmanul Hakim menjelaskan, pemasangan lampu menjadi bagian dari pekerjaan perbaikan jalan yang didanai melalui bantuan Kementerian Agama sebesar Rp6,2 miliar. “Anggarannya sudah masuk dan PPK dari kita, KPA-nya Pak Dirjen Pendis,” jelasnya.

Pimpinan ini menyebut, anggaran tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Agama setelah kampus terdampak bencana dan proses pengadaannya dilakukan melalui tender di Jakarta. “Semua itu di Jakarta proses tendernya, kita hanya menyiapkan proposal di sini,” sebutnya.

Ia menargetkan pemasangan lampu dapat dilakukan setelah proses tender selesai dan seluruh pekerjaan rampung pada akhir tahun. “Perkiraannya jika lancar maka selesai akhir tahun ini,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pekerjaan seharusnya mulai dilakukan bulan ini, tetapi belum dapat berjalan karena pemenang tender di Jakarta belum ditetapkan. “Kalau selesai akhir bulan ini maka akan dikerjakan,” katanya.

Mahasiswa Sistem Informasi, Muhammad Ihsan Almi mengungkapkan, minimnya penerangan membuat perjalanan malam hari terasa kurang aman karena kondisi jalan sulit terlihat. “Penerangan dari lampu motor itu saja belum cukup mengingat posisi jalan cukup terpencil dari pemukiman warga,” ungkapnya.

Ihsan mengatakan, kondisi jalan yang minim penerangan menyulitkan mahasiswa melihat permukaan jalan dan lingkungan sekitar. “Kita tidak tahu mana jalan yang berlubang dan mulus, entah ada kucing atau rumput liar yang menjalar,” katanya.

Mahasiswa Psikologi Islam, Aliyana Aprilita, mengungkapkan, kondisi gelap juga pernah dialaminya ketika pulang setelah melakukan kegiatan di kampus. “Pengalaman pulang sudah gelap banget itu pas follow up kemarin,” ungkapnya.

Aliyana mengatakan, minimnya penerangan membuat perjalanan malam terasa mengkhawatirkan, terlebih dirinya memiliki keterbatasan penglihatan. “Dengan penerangan minim sebagai perempuan dan pulang melewati area gelap tentu khawatir juga takut terjadi apa-apa,” katanya. (Fau)


Wartawan: Ergina Kholifah Aljanah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

PISN dan Sanggar Seni Edelweis Satukan Tradisi dan Inovasi

Related Posts