Oleh: Nada Asa Fhamilya Febria Andre
(Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang)
Katanya, jika dekat pasti tetap melekat
Nyatanya, langkah ini makin tersesat
Katanya, jika membuat manusia bahagia akan mendatangkan suka cita
Nyatanya, tidak seindah realita
Menjunjung tawa selain kita, tidak selalu berbalas bahagia
Ada lukanya dan suramnya
Memang benar, jangan jadi manusia kaya ekspektasi
Takutnya, malah merunyamkan diri sendiri
Dari segala alur, aku kembali berdiri
Setelah dipertontonkan sukma yang tidak tahu diri
Diri ini yang terlalu larut, hingga hanya mampu berlutut
Berharap jemari saling bertaut
Omong kosong, ini dunia bukan surganya
Terlalu manis mampu menyakiti
Meskipun tidak pernah diungkapkan lewat komunikasi
Sebab lebih baik diam dan biarkan mereka tertawa tanpa tahu kenyataannya
Mulai saat ini, aku lepaskan segala hal yang pernah mengoyak perasaan
Belajar memaafkan hingga melunturkan kepercayaan
Sebab, aku sadar bunga mawar yang indah saja mampu melukai, apalagi ekspektasi sendiri
Berlayarlah hingga badai menyadarkan
Tarusan, 03 Juni 2022