Ratusan Mahasiswa Sumbar Demo di Kantor Gubernur, Soroti Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

Seorang perwakilan pemerintah menyampaikan tanggapan di hadapan massa aksi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Senin (04/05). Sumber : Putri Wahyuni.

Suarakampus.com– Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Senin (04/05). Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut menyoroti komersialisasi pendidikan serta menuntut peningkatan kesejahteraan guru dan buruh.

Massa aksi tampak memadati ruas jalan di depan kantor gubernur dengan mengenakan jaket almamater, membawa bendera, serta spanduk berisi tuntutan. Aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi, sementara arus lalu lintas dialihkan guna menghindari kemacetan.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti komersialisasi pendidikan yang dinilai semakin membebani masyarakat. “Hari ini pendidikan tidak lagi menjadi hak semua orang, tetapi berubah menjadi barang mahal yang hanya bisa diakses oleh mereka yang punya uang,” ujar salah seorang orator di tengah aksi.

Selain itu, mereka juga menuntut peningkatan kesejahteraan guru. “Guru adalah fondasi bangsa, tapi sampai hari ini masih banyak yang hidup dalam ketidakpastian, bahkan gajinya ditunggak,” kata orator lainnya.

Mahasiswa turut menyoroti ketimpangan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil. Mereka menilai masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan pendidikan yang layak.

Tidak hanya itu, massa aksi juga mengangkat isu ketidakadilan sosial dan kondisi buruh yang belum mendapatkan keadilan. “Negara seharusnya hadir untuk melindungi mereka, bukan justru membiarkan ketimpangan terus terjadi,” tegas salah satu peserta aksi.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga mengkritik pembatasan kebebasan berpendapat. “Jangan bungkam suara rakyat karena kritik bukan ancaman, tapi bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa,” seru orator yang disambut sorakan massa.

Berbagai yel-yel seperti “Hidup mahasiswa!”, “Hidup rakyat Indonesia!”, dan “Lawan!” menggema sepanjang aksi. Massa juga membacakan puisi sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Menjelang sore, suasana sempat memanas setelah mahasiswa menyatakan kekecewaannya karena tidak dapat bertemu langsung dengan Gubernur Sumatera Barat.
“Kami datang jauh-jauh untuk menyampaikan aspirasi, tapi tidak satu pun pimpinan yang menemui kami, ini bukti bahwa suara rakyat masih diabaikan,” ujar salah satu mahasiswa.

Sebagai bentuk protes, sejumlah mahasiswa kemudian membakar ban di depan pagar kantor gubernur. Aksi ini menjadi simbol kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak responsif.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk terus menyuarakan keadilan. “Jika rakyat terus diam, maka ketidakadilan akan menjadi kebiasaan,” tutup salah satu orator dalam orasinya. (Fau)

Wartawan: Putri Wahyuni (Mg), Muhammad Fauzan Husni (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Demo Mahasiswa di Sumbar, Lalu Lintas Sekitar Kantor Gubernur Diberlakukan One Way

Related Posts