Wisuda ke-94 Awal Pengabdian dan Perjalanan Baru Para Sarjana

Suasana aula gedung j Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang yang dipadati oleh mahasiswa. Sumber : Devita Rahma

Suarakampus.com – Prosesi Wisuda ke-94 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang hari kedua resmi dibuka oleh ketua senat UIN Imam Bonjol Padang, Awis Karni, yang bertempat di Auditorium Kampus lll Sungai Bangek. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, serta keluarga wisudawan dan wisudawati, pada Selasa (28/10).

Dalam sambutannya, Awis Karni menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar simbol akhir dari proses akademik, tetapi juga awal dari perjalanan panjang untuk mengabdi kepada masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan akhlak yang luhur.

Selanjutnya, Masmuni Mahatma membacakan Surat Keputusan Rektor tentang lulusan program Doktor, Magister, Sarjana, dan Diplomatik pada Wisuda ke-94 tahun 2025.

Dalam keputusan tersebut, disebutkan bahwa nama-nama yang tercantum dalam lampiran keputusan dinyatakan telah menyelesaikan studinya dan berhak menerima ijazah serta kelengkapannya sesuai bidang ilmu masing-masing.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama aktivis kampus oleh Arfita Yessi dan disusul pengumuman wisudawan wisudawati terbaik serta penerima Bintang Aktivis Kampus dari berbagai program studi, di antaranya:

1. Rahma Yudi – Manajemen Dakwah – IPK 3.87 – Terbaik Prodi

2. Rahma Yuda – Manajemen Dakwah – IPK 3.87 – Terbaik Prodi

3. Ryan Syahputra – Pengembangan Masyarakat Islam – IPK 3.92 – Terbaik Prodi

4. Muhammad Hidayat Putra – Komunikasi dan Penyiaran Islam – IPK 3.79 – Aktifis

5. Ghaitsa Tsuraya Sofa – Komunikasi dan Penyiaran Islam – IPK 3.89 – Terbaik Prodi

6. Rivani Jumadila – Bimbingan dan Konseling Islam – IPK 3.88 – Terbaik Prodi

7. Husnul Fauzani – Komunikasi dan Penyiaran Islam – IPK 3.88 – Aktifis

8. Mukmin Efendi Perbandingan Mazhab IPK 3.75 Terbaik Prodi

9. M. Valdano Akbar  Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyyah) IPK 3.83 Terbaik Prodi

10. Nurgema Syafril Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)  IPK 3.87  Terbaik Prodi

11. Ikhsan Ramadyah Hukum Tata Negara  IPK 3.79 Aktifis

12. Fajriah Wahyu Ningsih Baeha  Hukum Keluarga (Al-Ahwal Asy-Syakhshiyyah)  IPK 3.95 Terbaik Prodi

13. Dinda Sofia  Hukum Keluarga IPK 3.71 Aktifis

Selanjutnya, penyerahan piagam penghargaan kepada wisudawan wisudawati terbaik dari berbagai fakultas, seperti Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) dan Fakultas Ushuluddin (FS). Pada kesempatan tersebut, Arfita Yessi juga mengumumkan nama mahasiswa penerima beasiswa S2 Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang.

Selain itu, Ikrar wisuda dipimpin pembacaanya oleh Faisal Harris Mentari dan diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh peserta wisuda.

Rayno Oktafiary, tampil mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati untuk menyampaikan pesan dan kesan dalam suasana penuh haru.

“ Hari wisuda bukan hanya momen untuk merayakan akhir perjuangan, tetapi juga waktu untuk mengenang setiap langkah dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa,” ungkap mahasiswa Fakultas Syariah ini.

Sebagai mahasiswa, kami diajarkan bahwa keadilan dan kebenaran tidak hanya berdiri di atas pasal dan aturan, melainkan juga integritas. “Jaga pikiran, karena ia lahir menjadi kata, kata menjadi tindakan, tindakan menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi karakter, dan karakter itulah takdir kita,” ucapnya dengan lantang.

Menurut Rayno, setiap keberhasilan berawal dari kekuatan pikiran dan tekad yang teguh. “Berdiri di sini bukan karena saya lebih istimewa, tapi karena pernah merasakan perjuangan yang sama dan masih menikmati langkah hebat ke depannya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, ia menambahkan, bahwa kehadiran ia dan ratusan wisudawan yang lain datang dengan kisah berbeda dan cerita berbeda, tetapi dengan tujuan yang sama menjemput masa depan melalui ilmu. “Meninggalkan kampung, berjuang di rantau, membagi waktu antara kuliah dan bekerja, kita tetap berjuang meski dunia tidak selalu berpihak,” tambahnya.

Rayno juga mengingatkan bahwa orang paling hebat bukanlah yang paling kuat, tetapi yang tidak pernah berhenti berjuang.“Hari ini bukan sekadar toga atau ijazah, tapi tentang setiap lelah yang berubah menjadi keteguhan dan kegagalan menuntun kita kepada keberhasilan hari ini,” katanya.

Terakhir, Rayno menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh dosen yang telah membimbing dengan ketulusan, bukan hanya memberi ilmu, tapi juga keteladanan. “Setiap coretan tinta merah di skripsi memiliki makna, setiap nasihat menyimpan arti dalam kehidupan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rekan seperjuangan yang menjadi saksi pejuangan, hingga menanti di ujung kemenangan. “Hari ini kita berdiri bukan hanya karena kerja keras, tetapi karena kasih sayang dan doa yang selalu menuntun, bahkan saat kita hampir menyerah,” tutupnya disambut tepuk tangan hangat. (asr)

Wartawan : Anisafitritara, Zahra Mustika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Tradisi Wisuda Koran, Ikatan Abadi Alumni dan Generasi Baru Suara Kampus

Next Post

Penuh Haru, Seorang Ayah Wakilkan Wisuda Anaknya yang Sudah Tiada

Related Posts