Suarakampus.com– Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus UIN Imam Bonjol Padang kembali menggelar tradisi Wisuda Koran sebagai bentuk penghormatan kepada anggota yang telah menuntaskan masa pengabdiannya di lembaga tersebut. Kegiatan yang menjadi simbol pelepasan dan penghargaan bagi para penulis muda ini berlangsung khidmat di Aula Gedung Rektorat, Selasa (28/10).
Tokoh senior Suara Kampus, Muhammad Taufiq menyampaikan, semangat menulis tidak boleh padam meskipun masa pengabdian di lembaga telah usai. “Menulis bukan hanya di awal-awal, tetapi keterampilan luar biasa yang harus terus diasah,” katanya.
Taufiq menjelaskan, penghentian tugas formal bukan berarti berhenti berkarya. Ia menekankan, semangat menulis harus menjadi karakter yang melekat pada setiap anggota Suara Kampus.
Lebih lanjut, Taufiq memberikan ucapan selamat kepada tiga mantan penulis Suara Kampus yang turut diwisuda. “Selamat kepada tiga orang mantan penulis yang diwisuda hari ini. Datanglah kembali, lihatlah adik-adik kalian, dan bagilah pengalaman yang berharga,” ucapnya.
Menurut Pimpinan Umum Suara Kampus, Ummi Nadia, Wisuda Koran merupakan tradisi tahunan yang disebut sebagai wisuda kedua setelah kelulusan resmi dari universitas. “Setelah diwisuda oleh kampus, anggota juga diwisuda oleh Suara Kampus sebagai bentuk penghormatan atas proses belajar yang dijalani di lembaga ini,” jelasnya.
Ummi menuturkan, kegiatan ini bukan hanya simbol perpisahan, tetapi juga momentum untuk menyebarkan ilmu dan nilai-nilai pers yang telah diperoleh. “Semoga para wisudawan terus mengingat Suara Kampus dan menebarkan ilmu bagi masyarakat, keluarga, serta diri sendiri,” ujarnya.
Salah satu alumni Suara Kampus, Fachri menilai, Wisuda Koran memiliki makna penting sebagai tanda resmi seseorang menjadi bagian dari alumni. “Tradisi ini menegaskan bahwa anggota telah menyelesaikan pendidikannya di Suara Kampus dan kini membawa nama lembaga di manapun berada,” katanya.
Fachri menambahkan, hubungan antara alumni dan lembaga harus tetap terjaga dengan baik. “Walaupun sudah terbang ke mana pun, seorang alumni pasti akan kembali, minimal dengan perhatian dan rasa bangga terhadap lembaga ini,” ungkapnya.
Menutup penyampaiannya, Fachri berharap Suara Kampus terus berbenah dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia menegaskan, semangat kritis dan keberanian menghadapi tantangan harus tetap menjadi jati diri Suara Kampus. (ver)
Wartawan: Anisa Fitri Tara, Zahra Mustika