Suarakampus.com – Keluhan mahasiswa terkait kualitas air di Gedung Student Center (SC) UIN Imam Bonjol Padang mendapat perhatian dari Pakar Hukum Islam UIN Imam Bonjol Padang. Ia menyarankan pihak kampus meningkatkan kualitas air, Jumat (17/07).
Anggota UKM Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Siti Nur Alifa mengungkapkan, SC adalah pusat aktivitas mahasiswa.
“Tentu air akan sering digunakan untuk keperluan,” ungkapnya.
Kata dia, air keruh sebabkan Mapala kerap membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan.
Ia berharap kampus meningkatkan kualitas air agar mahasiswa dapat beraktivitas dengan nyaman.
“Semoga kualitas air bersih dapat ditingkatkan,” katanya.
Senada dengan itu, anggota UKM Baitul Quran, Yazid Maulana mengatakan, kurang nyaman bersuci dengan kondisi air keruh.
Menurutnya, air yang digunakan untuk berwudu sebaiknya bersih agar mahasiswa dapat beribadah dengan nyaman.
Selain itu, ia berharap kampus meningkatkan kualitas dan pasokan air.
“Harapan ke depannya kualitas air dapat ditingkatkan lagi,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Islam, Ikhwan Matondang memaparkan, kualitas air di gedung lain pada dasarnya sudah baik.
“Pada dasarnya air di gedung lain bersih,” paparnya.
Terkait bersuci, Ikhwan menuturkan Islam memberikan kelonggaran dalam beribadah selama air masih memenuhi ketentuan syariat.
“Air bisa dipakai selama tidak mengurangi statusnya sebagai air mutlak. Apabila warna atau baunya berubah karena faktor alam, statusnya tetap sebagai air mutlak,” tuturnya.
Meski demikian, Ikhwan menilai penyediaan air mutlak dengan kualitas yang lebih baik tetap perlu diupayakan karena berdampak kesehatan dan kualitas hidup mahasiswa.
Menurutnya, air keruh dan berbau perlu ditindaklanjuti dengan uji sampel agar mengetahui status pasokan air SC.
“Selain itu, saya sarankan pihak kampus meningkatkan kualitas air seperti harapan mahasiswa,” imbuhnya.
Suarakampus.com telah menghubungi Wakil Rektor II UIN Imam Bonjol Padang. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Wakil Rektor II belum memberikan tanggapan. (rar)
Wartawan : Siti Nur Aisyah (Mg).