Penuh Haru, Seorang Ayah Wakilkan Wisuda Anaknya yang Sudah Tiada

Suarakampus.com—Di antara 480 peserta wisuda yang memadati aula Gedung J padah hari ke-dua rangkaian acara wisuda, terdapat pria renta yang menjadi sorotan. Sambil mengenakan topi toga, ia menunggu nama anaknya dipanggil menuju ke depan, Selasa (28/10).

Syafruddin, orang tua dari Mahasiswi Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Melya Setiawati, hadir mewakili prosesi wisuda anaknya yang sudah meninggal sebelum sempat mengenakan toga.

Menurut paparan sang ayah, hal ini bermula sewaktu Melya mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Solok Selatan, Agustus 2024. “Cuma 10 hari saja, karena dia sakit dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” paparnya.

Ia menambahkan, Melya wafat pada  6 September 2025 setelah menjalani perawatan di RSUP M. Djamil Padang, dua hari sebelum operasi yang telah dijadwalkan. “Jumat masuk UGD, hari Sabtu infusnya sempat bengkok. Setelah diganti, sekitar 20 menit kemudian ia kejang dan meninggal dunia,” jelasnya

Syafruddin mengenang, Melya merupakan anak kedua dari satu bersaudara dan dikenal sebagai pribadi yang baik dalam bersosialisasi. “ Kalau dengan temannya sesuai, dengan tetangga juga tidak banyak omongan,” tuturnya.

Lanjutnya, Melya sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi dalam menempuh pendidikan. “Perjuangannya hebat, banyak ikut organisasi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kepala Program Studi Manajemen Dakwah, Zulbadri, turut mengenang almarhumah sebagai mahasiswa yang tekun dan pantang menyerah. “Beliau sangat ulet dan rajin datang ke kampus, bahkan ketika sakit pun tetap berusaha menyelesaikan urusannya,” katanya.

Zulbadri menuturkan, Melya sempat dalam kondisi stabil saat mengikuti sidang skripsi, namun sebelum pendaftaran sempat pingsan karena sakit. “Pada akhirnya, ia diantar dengan ambulance langsung ke rumah,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Syafruddin menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kampus yang telah mendidik anaknya hingga akhir perjuangannya. “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada UIN Imam Bonjol Padang dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang telah mendidik anak saya selama empat tahun,” ucapnya. (ryn)

Wartawan: Devita Rahma, Harvizaq Rafkhi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Wisuda ke-94 Awal Pengabdian dan Perjalanan Baru Para Sarjana

Next Post

Dinda Sofia: Hobi Organsiasi Hingga Jadi Bintang Aktivis Kampus

Related Posts