Lereng Gedung FEBI UIN IB Belum Diperbaiki Dua Bulan Pasca-Bencana

Dokumentasi gotong royong yang dilakukan untuk membersihkan bekas puing-puing lereng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Sumber Foto : Timbul Halomoan Rambe

Suarakampus.com Dua bulan pasca-kejadian longsor yang menimpa lereng gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang, mahasiswa FEBI soroti minimnya kepedulian pimpinan rektorat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI. Sabtu (24/01).

Gubernur DEMA FEBI, Timbul Halomoan Rambe, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan pimpinan kampus. “Sudah dua bulan longsor terjadi, hingga kini tidak ada perbaikan sama sekali,” ungkapnya.

Rambe menambahkan, perhatian pihak kampus terhadap FEBI sangat minim. “Seolah-olah kami dianaktirikan, padahal FEBI  bagian dari UIN IB Padang,” katanya kepada wartawan suarakampus.com

Menurut Rambe, kontribusi akademik yang dikerahkan FEBI selama ini cukup besar. “Namun, keselamatan dan kenyamanan kami justru diabaikan,” tuturnya dalam wawancara.

Saat diwawancarai tim suarakampus.com,  Rambe menilai respon pihak rektorat hanya sebatas narasi kepedulian. “Jika memang peduli, tentu sudah ditindaklanjuti sejak awal,” kata Gubernur Dema FEBI ini.

Rambe juga menjelaskan, tidak ada solusi konkret dari pihak rektorat.”Seolah-olah persoalan ini tidak serius,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembersihan puing-puing longsor di lereng FEBI dilakukan secara swadaya. “Kami membersihkan bebatuan longsor dengan alat seadanya melalui gotong royong,” ujarnya dalam wawancara.

Dalam wawancara yang berlangsung, Rambe  menegaskan, FEBI seperti berjalan sendiri tanpa bantuan rektorat. “Padahal pimpinan fakultas, staf, karyawan, hingga mahasiswa turun mengangkat bebatuan,” tegas mahasiswa FEBI ini.

Saat diwawancarai, Gubernur ini mengatakan,  mahasiswa FEBI akan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak rektorat. “Akan terus disuarakan hingga ada solusi nyata,” Kata Rambe.

Ia berharap agar lereng FEBI yang terkena longsor segera diperbaiki secara permanen. “Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama di atas kepentingan lainnya,” pungkasnya menutup wawancara.

Selain Rambe, mahasiswa FEBI berinisial D yang enggan disebut namanya mengatakan kondisi lereng yang dibiarkan jangka panjang dikhawatirkan semakin memburuk. “Sewaktu- waktu bisa saja menimbulkan dampak lebih serius,” katanya.

Ia berharap adanya komunikasi yang jelas dari pihak kampus terkait rencana perbaikan. “Semoga kerusakan segera diperbaiki,” harapnya. (Rar)

Sampai berita ini dinaikkan, pihak Dekanat FEBI UIN IB Padang belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan yang disampaikan. Tim suarakampus.com masih menunggu konfirmasi dari pimpinan fakultas.

Wartawan : Nur Hanifah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Melemahnya Daya Beli Warga Tekan Pendapatan Pedagang di Sungai Penuh

Next Post

Pelan-Pelan Aku Lepas

Related Posts