Suarakampus.com– Penurunan daya beli masyarakat di Kota Sungai Penuh, Jambi, berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang setempat. Kondisi tersebut kian dirasakan sejak awal 2026, Jumat (23/1).
Salah satu pedagang sembako di Kota Sungai Penuh, Leni mengungkapkan, penurunan pendapatannya terjadi sebab melemahnya daya beli masyarakat. “Ini merupakan faktor utama,” ungkap Leni.
Pedagang ini melanjutkan, sejak memasuki awal Januari jumlah pembeli menurun. “Biasanya saya bahkan tidak sempat duduk untuk melayani,” lanjutnya.
Pemilik warung sembako ini menambahkan, dirinya sangat bersyukur dengan penghasilan yang diperoleh. “Meskipun pendapatan menurun, Alhamdulillah masih banyak yang berbelanja,” tambahnya dalam wawancara.
Menurut Leni, biasanya masyarakat desa datang untuk berbelanja dalam jumlah besar.
“Sejak memasuki tahun baru, pasar sepi hampir tidak ada pengunjung,” katanya kepada tim Suarakampus.com.
Hal serupa juga disampaikan pedagang makanan, Liza, yang menuturkan dagangannya sepi pembeli. “Sementara biaya kontrak tetap harus dibayarkan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, keuntungan harian bahkan tidak mencukupi kebutuhan. “Pembeli bahkan dapat dihitung jari,” lanjutnya.
Liza juga mengaku, mengalami kendala dalam berdagang akibat keterbatasan dana untuk memenuhi kebutuhan memasak.
“Saya harus mengurangi jumlah produksi,” katanya.
Sementara itu, pedagang pakaian, Pit mengatakan adanya perubahan cara belanja masyarakat. “Sehingga jumlah pembeli yang datang ke toko menurun,” ujarnya.
Pit melanjutkan, saat ini pembeli cenderung memilih cara paling praktis. “Pembeli lebih tertarik berbelanja online,” lanjut Pit dalam wawancara.
Terakhir, Pit memaparkan pedagang pakaian di pasar sangat bergantung pada pembeli. “Namun, jumlah pembeli terus menurun,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan : Zahra Mustika
Melemahnya Daya Beli Warga Tekan Pendapatan Pedagang di Sungai Penuh