Jiwa yang Hilang dalam Kekosongan

Ilustrasi sosok yang melayang dalam ruang gelap, merepresentasikan jiwa yang terperangkap dalam kekosongan. Sumber : Najwalin Syofura.

Oleh : Siti Nur Aisyah
(Mahasiswi Studi Agama-Agama)

Hati yang berat
Beban pikiran yang setiap malam tak henti berdatangan.
Sehingga tidurku tak lagi beraturan.
Setiap yang dimakan tak lagi berasa.
Tubuh yang semakin hari terlihat kurus.
Mebuat Jiwaku hilang dalam kekosongan.

Kaca memantulkan bayangan.
Yang terlihat hanyalah wajah kusam,
Bawah mata yang sudah menghitam,
Dan jerawat yang tak kunjung hilang.
Sehingga muncul pertanyaan yang tak henti.
“Apa yang salah?”

Beban yang lama sudah hilang
Tapi tubuh tak kunjung pulih.
Apakah ada yang tak suka?
Apakah ada yang benci?
Sehingga memunculkan Tanda tanya yang tak terjawab.
Hatiku semakin sedih.
Semakin hilang dalam kekosongan.

Tuhan, tolonglah aku
Kembalikan berat badanku yang dulu
Hapuskan beban pikiranku
Pulihkan hatiku yang sakit
Yang tak kuat kusembunyikan.

Aku ingin kembali kuat, kembali ceria
Aku ingin kembali ke diriku yang dulu
Aku ingin kembali ke hidup yang lebih baik
Aku ingin kembali ke jiwaku yang tenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Skandal Epstein: Eksploitasi Elit dan Kegagalan Sistem Hukum

Next Post

Kembali Pulang

Related Posts

Ruam

Oleh: Nada Asa Fhamilya Febria Andre(Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang) Seseorang datang tanpa raguMengucap cinta bak semanis gulaKata-kata…
Selengkapnya