Tingkatan Dalam Berinteraksi Dengan Al-Qur’an

Khalid Basalamah saat menyampaikan ceramah. Sumber: Zahra Mustika.

Suarakampus.com– Kajian Ramadhan melalui kanal Youtube @KhalidBasalamahOfficial membahas tentang cara berinteraksi dengan Al-Qur’an. Pembahasan tersebut mencakupi membaca, menghafal, mentadabburi serta mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan, Selasa (24/02).

Dalam pemaparannya, Khalid Basalamah menjelaskan terdapat empat hal penting dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. “Tingkatan paling rendah adalah membaca secara rutin dan berurutan,” jelasnya.

Khalid menyarankan, saat membaca Al-Qur’an hendaknya dimulai dari Al-Fatihah. “Walaupun belum memahami maknanya, bacalah dengan niat ibadah,” sarannya.

Lulusan Madinah tersebut mengatakan, tadabbur Al-Qur’an terletak pada tingkatan kedua. “Jika belum paham isinya, maka gunakan terjemahan agar mudah dipahami,” katanya.

Menurutnya, tadabur tidak harus dilakukan berurutan dari depan hingga belakang. “Pilihlah surah sesuai kebutuhan, seperti kisah para nabi atau tentang hari kiamat,” tuturnya.

Penceramah itu memaparkan, tingkatan ketiga adalah menghafalnya. “Dapat dimulai dari ayat paling berkesan dan mudah diingat,” paparnya.

Khalid menegaskan, konsistensi akan menjadi kunci penguat hafalan. “Tidak perlu banyak, sedikitpun tidak masalah asal konsisten,” tegasnya.

Selain tiga tingkatan diatas, Khalid menilai pengamalan isi Al-Qur’an juga sangat penting. “Tujuan utama dari membaca dan menghafal Al-Qur’an adalah mengamalkan,” sebutnya.

Ia berharap, Ramadan dapat menjadi titik awal perubahan kegiatan. “Mari jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman yang dibaca, dipahami, dihafal, dan diamalkan,” pungkasnya. (Fau)

Wartawan : Nur Hanifah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Keistimewaan Ramadan dan Al-Qur’an

Next Post

Arus Lalu Lintas Tersendat di Seiba Jelang Magrib

Related Posts