Suarakampus.com– Aktivitas berburu takjil di Simpang Empat Sungai Bangek (Seiba) membuat kawasan tersebut sesak dalam waktu singkat. Kondisi itu disampaikan sejumlah pembeli yang memadati lokasi, Selasa (24/02).
Pembeli takjil, Jovan, menilai keramaian sudah menjadi pola yang berulang saban Ramadan. “Jalanan hampir selalu dipenuhi jelang magrib,” katanya.
Menurutnya, suasana ramai menghadirkan nuansa khas bulan suci. “Keramaian menjadi bentuk kemeriahan puasa di Seiba,” sebutnya.
Jovan menyampaikan di tengah keramaian masih terdapat pengendara yang melintasi jalur pejalan kaki. “Kita harus tetap waspada,” ujarnya.
Ia berharap Dinas Perhubungan (Dishub) maupun petugas lainnya dihadirkan. “Kehadiran para petugas bisa mengurangi potensi kemacetan,” tutupnya.
Selain Jovan, Yogi Yono turut menyoroti keberadaan pedagang takjil yang memenuhi sisi jalan. “Banyak kendaraan berhenti mendadak untuk membeli takjil,” ujarnya.
Yogi menilai kondisi tersebut menyebabkan jalan tidak stabil. “Pengendara harus ekstra sabar karena laju kendaraan harus disesuaikan dengan pembeli,” katanya.
Menurutnya, pejalan kaki berada pada posisi rentan. “Ruang berjalan terbatas karena kendaraan dan pembeli saling berdesakan,” tuturnya.
Sementara itu, Pingky Enjelia menilai kepadatan sebagai hal lazim saat puasa. “Warga akan memadati kawasan ini untuk membeli makanan,” katanya.
Ia menyebut meski telah terbiasa dengan situasi tersebut, keselamatan tetap perlu diperhatikan. “Saya pernah terhambat cukup lama di dekat masjid karena tingginya aktivitas pembeli,” jelasnya.
Pingky berharap terdapat penataan yang lebih terstruktur pada jam-jam sibuk. “Semoga ke depan aktivitas berlangsung aman dan nyaman,” tutupnya. (Fau)
Wartawan: Siti Nur Aisyah (Mg)
Arus Lalu Lintas Tersendat di Seiba Jelang Magrib