Muhammad Yazid Yaskur Raih IPK 3,95, Jadi Wisudawan Terbaik BSA

Wisudawan terbaik Prodi BSA UIN IB Padang, Muhammad Yazid Yaskur, menunjukkan piagam penghargaan usai meraih IPK 3,95 dalam prosesi wisuda, Sabtu (18/4). Sumber : Dokumentasi Pribadi Narasumber.

Suarakampus.com– Berkat kerja keras dan konsistensi dalam belajar, Muhammad Yazid Yaskur berhasil meraih predikat sebagai wisudawan terbaik Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang. Ia menuntaskan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,95 pada wisuda yang digelar, Sabtu (18/04).

Wisudawan terbaik Prodi BSA Muhammad Yazid Yaskur mengatakan, dirinya sangat bersyukur atas pencapaian yang diraihnya setelah melalui proses panjang selama masa studi. “Tentunya sangat senang mendengar kabar gembira ini, karena pencapaian ini penuh dengan persiapan dan perjuangan yang panjang,” katanya.

Mahasiswa Prodi BSA ini menjelaskan, konsistensi dan disiplin dalam mengatur waktu menjadi kunci utama selama menjalani perkuliahan. “Namun, tidak lupa doa dan ridho kedua orangtua yang menyertai setiap prosesnya juga menjadi kunci dari pencapaian ini,” jelasnya.

Wisudawan ini juga menegaskan, tantangan terbesar selama menyelesaikan studi adalah melawan rasa malas yang kerap datang di tengah proses belajar. “Tetapi dengan memetakan tujuan dan memosisikan diri di lingkungan yang mendukung target, hal itu menjadi jalan keluar yang solutif dan efektif,” tegasnya.

Yazid juga menyebutkan, keberhasilannya tidak terlepas dari peran banyak pihak yang terus memberikan dukungan selama masa studinya. “Yang utama tentu kedua orangtua saya di Bekasi yang tak bosan mendoakan, serta para dosen BSA yang selalu memberikan ilmu dan bimbingan,” sebutnya.

Yazid menegaskan, faktor utama keberhasilan meraih IPK 3,95 adalah dengan usaha yang maksimal. “Jika kamu ingin lebih dari orang lain, usaha kamu juga harus lebih,” tegasnya.

Yazid memaparkan, dirinya juga aktif dalam berbagai organisasi baik di dalam maupun di luar kampus. “Menurut saya organisasi adalah wadah untuk membentuk diri sehingga kita bisa menjadi pribadi yang komunikatif, adaptif, dan solutif,” paparnya.

Yazid menyebutkan, dalam menjaga konsistensi belajar hingga akhir semester, ia menekankan pentingnya mengenal diri sendiri dan mencari strategi yang sesuai dengan karakter pribadi. “Kenali diri kita, pahami kekurangan kita, dan temukan solusinya,” sebutnya.

Yazid berharapan, kampus terus mendukung pengembangan mahasiswa di berbagai bidang. “Semoga UIN Imam Bonjol Padang terus menciptakan inovasi yang mendukung mahasiswa untuk mengharumkan nama almamater di kancah tertinggi,” pungkasnya. (Fau)

Wartawan: Ergina Kholifah Aljanah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Fajri Chaniago Buktikan Aktivis Organisasi Raih Prestasi

Next Post

Enam Mahasiswa UIN IB Dikukuhkan sebagai Bintang Aktivis

Related Posts