Suarakampus.com– Kasus dugaan intimidasi antara mahasiswa dan dosen di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) menjadi sorotan organisasi mahasiswa. Mediasi akan digelar Senin pukul 09.00 untuk mengklarifikasi persoalan yang diduga dipicu miskomunikasi dalam konten media sosial, Minggu (26/04).
Ketua Umum Senat Mahasiswa (SEMA) FDIK, Noviytrah Rahim menilai, penanganan awal kasus ini masih perlu dievaluasi. “Perlu adanya perbaikan komunikasi antara dosen dan mahasiswa, terutama dalam pendekatannya,” ujarnya.
Noviytrah menegaskan, dugaan intimidasi menjadi isu serius di lingkungan akademik. “Seharusnya kampus menjamin kenyamanan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Noviytrah menyampaikan, mahasiswa memiliki karakter kritis, namun tetap harus memperhatikan etika. “Penyampaian pendapat perlu dilakukan dengan cara yang bijak,” sampainya.
Noviytrah mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat advokasi internal sebagai tindak lanjut awal sekaligus membuka ruang aspirasi. “Langkah ini sebagai bentuk respons terhadap isu yang berkembang,” katanya.
Noviytrah menambahkan, pihaknya berupaya mencari akar permasalahan dengan melibatkan kedua belah pihak. “Kami mencari akar permasalahan, tidak hanya dari mahasiswa tetapi juga dari dosen,” tambahnya.
Dalam pengumpulan informasi, SEMA menemukan adanya indikasi intimidasi sekaligus klarifikasi dari dosen. “Terdapat perbedaan sudut pandang dari dua belah pihak, namun pihak dosen menyatakan itu hal yang biasa terjadi,” ujarnya.
SEMA memastikan akan bersikap netral dalam proses klarifikasi. “Kami akan memastikan proses berjalan transparan dan adil bagi semua pihak,” ungkapnya.
Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Ghalib Hanif menyampaikan, pihaknya mengetahui kasus ini sejak Jumat malam. “Informasi awal saya peroleh langsung dari ketua umum,” sampainya.
Mahasiswa KPI ini mengatakan, pihaknya langsung melakukan konfirmasi kepada mahasiswa terkait meskipun kondisi awal belum sepenuhnya jelas. “Saat itu kami langsung bertanya kepada pihak terkait untuk mengetahui kronologinya,” katanya.
Ghalib mengungkapkan mahasiswa yang terlibat sempat merasa takut. “Mahasiswa merasa takut akan ancaman akademik dan reputasinya di kampus,” ungkapnya.
Ghalib menyebut, HMP telah melakukan audiensi dengan pihak fakultas dan akan mengikuti mediasi. “Kasus ini dipicu kesalahpahaman akibat ketidaktahuan kebijakan dan perlu diluruskan bersama,” sebutnya. (Fau)
Wartawan: Irfan Habib, Putri Wahyuni (Mg)
Dugaan Intimidasi di FDIK, Sema dan HMP Kawal Proses Mediasi