Suarakampus.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang titipkan tiga pilar kepada 409 wisudawan pada hari pertama Wisuda ke-96 di Aula Gedung J, Rabu (29/7).
Rektor UIN IB, Martin Kustati mengatakan, wisuda adalah langkah awal memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Menurutnya, para lulusan kini dihadapkan pada perubahan yang berlangsung cepat sehingga dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan.
“Kita tidak merayakan akhir perjalanan akademik. Ini adalah langkah pertama dari awal kehidupan nyata,” katanya.
Dalam amanatnya, Martin Kustati menitipkan tiga pilar kepada seluruh wisudawan, yakni berdaya, tangguh, dan berakhlak. Ia menegaskan lulusan perguruan tinggi harus menjadi pribadi yang berdaya dengan mampu mandiri secara intelektual maupun finansial serta menjadi motor penggerak di mana pun berada.
Martin mengatakan, lulusan perguruan tinggi harus memiliki keberanian untuk menciptakan peluang dan tidak hanya menunggu kesempatan.
Selain berdaya, Martin juga menekankan pentingnya memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai persoalan. Menurutnya, ketangguhan merupakan kemampuan untuk bangkit setiap kali menghadapi kegagalan.
“Kita harus selalu siaga dan kokoh menghadapi keadaan darurat di mana pun berada. Jadilah insan yang tidak rapuh oleh kritik dan jadikan kegagalan sebagai bahan mentah menuju kesuksesan,” tuturnya.
Pilar terakhir yang ditekankan ialah akhlak. Martin mengingatkan ilmu pengetahuan tidak akan memberi manfaat apabila tidak dibarengi moral dan integritas dalam menggunakannya.
“Ilmu yang didapatkan tanpa moralitas akan menjadi alat perusak peradaban. Gunakan rasa untuk berempati kepada sesama dan gunakan akal sehat untuk menimbang kebenaran secara adil sebelum bertindak,” pesannya.
Ia menambahkan, karakter para lulusan terbentuk melalui berbagai proses panjang selama menempuh pendidikan. Baik itu diruang akademik ataupun non-akademik.
“Kampus adalah rahim yang melahirkan integritas moral,” pungkasnya. (rar).
Wartawan : Zahra Zaqhira Pilli (Mg).