Surakampus.com- Kondisi fasilitas di Ma’had Al-Jami’ah Tuanku Imam Bonjol Padang mulai menjadi sorotan sejumlah mahasantri yang tinggal di lingkungan asrama. Lantaran banyak fasilitas yang sudah rusak. Senin, (17/11).
Salah satu Mahasantri, Yosi Herma Rajmi, mengatakan secara umum fasilitas tempat tinggal, keamanan, transportasi dan kegiatan pembinaan sudah baik. “Fasilitas ma’had sudah cukup sesuai dengan biaya,”ujarnya.
Ia menuturkan, ada beberapa fasilitas yang perlu ditambah dan diperbaiki agar seimbang dengan pembiayaan yang dikenakan. “Contohnya kamar mandi di ma’had yang sering mengalami kebocoran dimana-mana,”ungkapnya
Selain itu, Wifi hanya bisa di akses oleh kamar terdekat dari wifi dipasang, dan yang lain tidak bisa mendapat akses. “Bukan hanya itu, di ma’ had belum ada dapur, yang membuat mahasantri kesusahan ketika akan makan,” paparnya.
Terkait keluhan sudah pernah dilaporkan ke pihak Ma’had, hal tersebut di tanggapi dan di laksanakan perbaikan. “Namun sudah berkali-kali melakukan perbaikan tetapi masih saja mengalami bocor di kamar mando,” katanya.
Ia mengatakan, untuk biaya Ma’had masih sama seperti awal mula beroperasi.“Namun untuk pelayanan di ma’had sangat baik,”katanya
Lanjutnya, kegiatan selama di ma’ had adalah mengikuti pembelajaran kitab kuning, kearifan lokal, bahas asing, artikel ilmiah dan lainnya. “Kegiatan wajib diikuti oleh seluruh Mahasantri,”
Lanjutnya, ia mengatakan untuk ketersediaan peralatan sakit tersedia di Ma’had. “Kalau mahasantri sakit terlalu parah, maka akan dibawa oleh ambulan klinik,”jelasnya.
Kemudian, ia berharap secepatnya pihak pengelola ma’had untuk memperbaiki kamar mandi dan wifi. “Semoga kedepanya dibuatkan dapur umum,”jelasnya.
Senada dengan itu, Nabilatul Azizah, Jurusan Ekonomi Syariah mengatakan Fasilitas dengan biaya sebanding. Akan tetapi ketersediaan dapur tidak ada. “Kurangnya ketersediaan dapur tidak ada, jadi susah cari makan,”paparnya.
Selain itu, kendala juga di jaringn wifi yang tidak lancar. “Banyak yang mengakses ke wifi, dan kurangnya keamanan wifi,”
Ia mengatakan Mahasantri sudah pernah melaporkan keluhan kepada pengelola Ma’had namun hingga kini belum ada tanggapan. “Kamar mandi juga tersumbat, kalau mandi jadi ngantrii,”
Akan tetapi, untuk pelayanan ma’had sudah membaik. meskipun beberapa fasilitas yang kurang. “Tetapi saya cukup merasa perhatian karna berusaha memberikan yang terbaik untuk mahasantri, ujarnya.
Ia berharap fasilitas di Ma’had makin ditingkatkan, terutama mengenai perawatan fasilitas. “Dan saya berharap ma’had bisa menjadi makin nyaman dan mendukung kegiatan ygbelajar,”
Kendati demikian, Mahasantri, Neza Julia Putri mengatakan biaya yang dikeluarkan untuk mahad sudah sebanding dengan kualitas layanan kegiatan, fasilitasnya dan lingkungan pembinaan yang dikeluarkan. “Tetapi fasilitas masih kurang yaitu wifinya karena per lantai cuma mendapatkan satu wifi karena wifinya itu cuma bisa menyambungkan 15 perangkat sedangkan yang tinggal di mahad lebih dari 15 orang per lantai.”jelasnya
Selain persoalan fasilitas, sebagian aturan ma’had dinilai masih kurang fleksibel bagi mahasiswa yang E4 organisasi kampus. “Tidak boleh pulang lewat dari jam 7, sedangkan untuk ikut organisasi ada yang rapat malam jadi rasanya sedikit menghambat,”ujarnya
Di akhir keterangannya, mahasantri itu menyampaikan harapan agar ma’had dapat berkembang dan memberikan ruang pembinaan yang lebih baik.
“Berharap Ma’had dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan dan menciptakan lingkungan yang semakin nyaman bagi seluruh mahasantri,”tutupnya. (asr)
Wartawan: Elsya Utari (Mg)