Suarakampus.com – Berawal dari semangat belajar dan tekad untuk membanggakan keluarga, Ahmad Zulfa Syarif berhasil meraih predikat lulusan terbaik Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan doa dapat mengantarkan seseorang meraih keberhasilan, Kamis (30/07).
Ahmad menyampaikan, ia sangat bersyukur atas predikat lulusan terbaik yang berhasil diraihnya setelah menyelesaikan masa perkuliahan. “Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah dan bangga atas penghargaan ini, serta berterima kasih kepada kedua orang tua dan guru-guru yang selalu mendukung saya,” sampainya.
Penghargaan tersebut bagi Ahmad bukan sekadar sebuah pencapaian akademik, tetapi juga menjadi bukti bahwa usaha dan doa akan membuahkan hasil sekaligus tanggung jawab untuk menjadi teladan. “Penobatan ini adalah bukti kerja keras dan doa yang nyata hasilnya, sekaligus menjadi tanggung jawab bagi saya untuk menjadi teladan bagi adik-adik dan masyarakat,” katanya.
Keluarga juga menjadi sumber motivasi terbesar dalam perjalanan pendidikannya meski harus menghadapi berbagai keterbatasan. “Sejak kecil saya dibesarkan oleh ibu yang merangkap peran sebagai ayah, dan semangat beliau membuat saya terus berjuang menjadi pribadi yang bermanfaat,” ungkapnya.
Mahasiswa FTK (Tarbiyah dan Keguruan) ini menyebut, konsistensi merupakan kunci utama dalam meraih prestasi selama kuliah. “Saya selalu meluangkan waktu membaca materi sebelum perkuliahan, menuliskannya kembali dengan sederhana, lalu mengajarkannya kepada teman agar ilmu tersebut lebih melekat,” sebutnya.
Selama kuliah, Ahmad mengaku tantangan terbesar yang dihadapi berasal dari kondisi ekonomi keluarga dan beberapa mata kuliah yang dianggap sulit. “Saya belajar mengatur keuangan dengan baik, meminta bantuan teman atau kakak tingkat ketika mengalami kesulitan, dan selalu menjadikan dukungan orang tua sebagai penyemangat,” tuturnya.
Selain aktif mengikuti perkuliahan, ia juga terlibat dalam berbagai organisasi, kepanitiaan, dan perlombaan untuk mengembangkan kemampuan diri. “Saya pernah menjadi anggota HMP (Himpunan Mahasiswa Prodi) PBA, Kesatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (KMTI), Ketua Seminar Internasional Mahasiswa PBA, serta mengikuti lomba Qiraatul Kutub dan futsal,” ujarnya.
Berbagai prestasi berhasil diraih Wisudawan terbaik ini selama menjadi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. “Saya meraih Juara III Lomba Qiraatul Kutub PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) HMP PBA pada tahun 2023 dan 2024 serta Juara II Futsal PKM DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) FTK 2024,” jelas Ahmad.
Selain meraih prestasi, Ahmad juga memperoleh pengalaman berharga melalui berbagai kegiatan akademik. “Mengikuti Lomba Qiraatul Kutub tingkat mahasiswa se-Sumatra dan menjadi instruktur Arabic Camp PBA memberikan banyak pelajaran serta memotivasi saya untuk terus belajar,” tegasnya.
Dalam menjalani berbagai aktivitas, Ahmad selalu mengutamakan skala prioritas agar perkuliahan tetap berjalan dengan baik. “Saya menentukan prioritas setiap kegiatan dan menyelesaikan tanggung jawab kuliah terlebih dahulu agar fokus saya tidak terbagi,” tambahnya.
Ahmad mengatakan, orang tua, guru, keluarga, serta masyarakat di kampung menjadi sosok yang paling berperan dalam keberhasilannya. “Mereka selalu memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, sehingga saya bisa sampai pada titik ini,” katanya.
Ahmad, mahasiswa berprestasi ini berharap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan mengabdikan ilmunya kepada masyarakat. “Saya ingin melanjutkan studi ke S2, menjadi pengajar, dan terus menyebarkan ilmu yang telah saya pelajari agar bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan: Zahra Zaqhira Pilli (Mg)