Ara

Ilustrasi pantai saat senja sebagai simbol ketenangan dan perasaan rindu. Sumber: Najwalin Syofura.

Oleh : Ujang

Ara
Cinta kita mungkin tak pernah gaduh
Tapi entah bagaimana ia selalu terasa penuh.

Seperti hujan yang turun diam-diam
Mengisi celah hari tanpa bertanya
Tanpa menuntut disambut payung
Atau dipuji betapa indahnya ia jatuh.
Ia hanya datang, dan menghidupkan.

Kau adalah rintik yang menenangkan
aku adalah tanah retak yang menunggu pulang.
Dan ketika kau tiba
Hatiku tak lagi asing pada basah
Ia belajar bahwa yang sendu pun
Bisa menjadi rumah.

Ada hal-hal
Yang tak harus diteriakkan agar nyata
Seperti hujan yang membuat daun bersyukur
Seperti cinta yang membuat dada penuh
Tanpa perlu alasan panjang.

Ara
Andai kau tahu
Rindu padamu datang seperti mendung
Perlahan, pasti, dan selalu memilih jatuh
Di tempat yang sama.

Dan di setiap senja beraroma petrichor
Aku mengerti satu hal
Cinta yang sederhana pun bisa abadi
Asal tak menyerah untuk datang kembali
Seperti hujan yang tak pernah lelah
Menghidupkan bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Rektor UIN IB Tanggapi Tujuh Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi “Mosi Tidak Percaya”

Next Post

Habis Buka Puasa Perut Terasa Begah? Ini 6 Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Related Posts