Suarakampus.com– Efektivitas metode pembelajaran selama Ramadan di UIN Imam Bonjol Padang mendapat tanggapan beragam dari mahasiswa. Sebagian menilai perkuliahan kurang optimal karena pemendekan jam belajar, sementara lainnya menganggap metode yang diterapkan tetap efektif, Senin (24/03).
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Nirma Kholili Hasibuan, menilai perkuliahan selama Ramadan kurang efektif. “Pemotongan waktu membuat diskusi dan penjelasan dosen tidak maksimal,” katanya.
Nirma menambahkan, seluruh mata kuliah di kelasnya tetap dilaksanakan secara tatap muka selama tiga minggu pertama Ramadan. “Semua dosen di jurusan saya tetap mengajar secara langsung,” ujarnya.
Ia menilai, metode pembelajaran dosen cukup baik, tetapi pemangkasan waktu berdampak pada kurangnya interaksi kelas. “Dosen memberikan tugas mandiri untuk menggantikan sesi diskusi yang terpotong,” tuturnya.
Di sisi lain, mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Syakira Rahmah Aulia, menilai metode pembelajaran selama Ramadan masih cukup efektif. “Dosen menggunakan diskusi, presentasi, dan tugas kelompok,” katanya.
Syakira menambahkan, penggunaan Zoom dan Google Meet membantu mahasiswa memahami materi dengan lebih baik. “Teknologi ini sangat membantu pembelajaran,” ujarnya.
Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah, Frima Syah Alam berpendapat, perkuliahan selama Ramadan kurang efektif dan lebih baik dilakukan secara daring. “Kuliah online lebih fleksibel dan tidak mengharuskan mahasiswa datang ke kampus,” katanya.
Frima menilai pembatasan waktu membuat penyampaian materi tidak optimal karena dosen cenderung terburu-buru. “Banyak mahasiswa merasa perkuliahan berjalan terlalu cepat,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Aprilia Putri Hidayah, menilai efektivitas pembelajaran bergantung pada metode yang digunakan dosen. “Banyak dosen hanya menggunakan Google Meet atau Zoom, tetapi metode ini kurang efektif,” katanya.
Aprilia menilai Ramadan memberikan tantangan tersendiri dalam belajar dan meningkatkan semangat akademik. “Bulan Ramadan justru menjadi motivasi untuk lebih disiplin,” ujarnya. (ver)
Wartawan: Mardatillah (Mg)