Suarakampus.com – Faddli Erman Saputra menyandang predikat Bintang Aktivis Kampus Program Studi Manajemen Dakwah UIN Imam Bonjol Padang pada Wisuda ke-96 yang berlangsung di Gedung J UIN Imam Bonjol Padang. Predikat tersebut diperoleh Faddli setelah menjalani aktivitas organisasi serta mempertahankan capaian akademik dengan IPK 3,75, Rabu (29/7).
Selama masa perkuliahan, Faddli aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus, mulai dari kepanitiaan MUDEMA F, MUKOSMA, follow up, hingga PBAK tahun 2023. Selain itu, ia juga menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) MD sebagai anggota bidang PSDM pada 2023.
Pada 2024, Faddli dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang PSDM HMP MD. Dalam posisi tersebut, ia berfokus menjadikan PSDM sebagai wadah pengembangan kemampuan mahasiswa serta mendukung kemajuan organisasi.
Faddli mengaku perjalanan organisasinya tidak selalu berjalan mudah. Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah menyatukan pemikiran anggota dengan karakter dan pandangan yang berbeda agar dapat bergerak menuju tujuan yang sama.
Menurutnya, komunikasi dan musyawarah menjadi cara utama dalam menyelesaikan perbedaan di dalam organisasi. Melalui ruang diskusi, setiap anggota dapat menyampaikan pendapat sebelum mengambil keputusan bersama.
Meski aktif dalam berbagai kegiatan kampus, Faddli menyebut dirinya belum pernah meraih prestasi dari perlombaan selama masa perkuliahan. Ia menilai pengalaman organisasi menjadi bagian penting dalam proses membangun kemampuan diri.
“Kalau kita punya kemauan untuk menjadi lebih baik dan ingin mendapatkan sesuatu, kita harus berani mencoba agar tahu kemampuan diri kita,” katanya.
Bagi Faddli, pencapaian seorang mahasiswa tidak hanya dilihat dari penghargaan, tetapi juga dari proses yang dijalani selama kuliah. Pengalaman kepanitiaan dan kepengurusan menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan serta memperluas wawasan.
Ia juga menerapkan kedisiplinan dalam membagi waktu antara akademik dan organisasi dengan membuat jadwal kegiatan serta menentukan prioritas.
*Proses harus dijalani dengan ikhlas dan setiap hal yang kita coba dijadikan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ini merupakan buah dari usaha selama ini serta tidak terlepas dari doa orang tua,” tuturnya.
Melalui pengalamannya, Faddli mengajak mahasiswa untuk tidak takut mencoba hal baru. Menurutnya, keberanian memulai proses dapat membuka kesempatan untuk menemukan kemampuan diri.
“Jangan malu untuk berproses, mulai dari sekarang beranikan diri mencoba hal baru. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita yakin dan berusaha,” tutupnya. (Raf)
Wartawan : Aisyah Nurlaili Arinda (Mg)