Suarakampus.com – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Padang bertahan sekitar empat jam dalam aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis (25/6), menunggu Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar menemui massa, Kamis (25/06).
Korda BEM SI, Kahfi Harahap mengatakan massa mulai berkumpul sejak pukul 15.00 dan masih bertahan hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Menurutnya, keputusan bertahan di lokasi merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta aksi.
“Kami menuntut agar aspirasi yang kami bawa diterima langsung oleh gubernur dan wakil gubernur. Kami sudah berupaya bernegosiasi dengan aparat dan pihak terkait agar mereka hadir, tetapi hingga kini keduanya belum menemui massa aksi,” katanya.
Kahfi menyebut ini bukan aksi pertama. Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI telah menggelar aksi beberapa kali di Kantor Gubernur Sumbar, namun belum mendapatkan tindak lanjut yang memuaskan.
Sementara itu, Ketua HMI Pusat, Michael Firmansyah, mengatakan aksi jilid II digelar karena demonstrasi sebelumnya tidak pernah menghasilkan pertemuan langsung antara mahasiswa dengan gubernur maupun wakil gubernur.
“Aspirasi rakyat yang dibawa mahasiswa tidak pernah didengar secara langsung,” ujarnya.
Menurut Michael, kondisi tersebut membuat mahasiswa menilai kepala daerah tidak menunjukkan sikap kepemimpinan yang demokratis karena tidak bersedia mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung.
Sementara itu, Ketua GMNI Padang, Aldhy Darzan, menilai ketidakhadiran Pemprov Sumbar mencerminkan minimnya ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Keduanya tidak pernah hadir. Mereka selalu hadir di pada ruang diskusi yang sudah disiapkan. Tapi ketika harus berdiskusi langsung dengan masyarakat di jalanan, mereka tidak punya jawaban,” kata Aldhy.
Ketiganya berkomitmen akan terus mengawal tuntutan yang disampaikan kepada Pemprov Sumbar dan akan melakukan konsolidasi untuk menentukan langkah lanjutan. (Raf)
Wartawan : Zahra Mustika