Suarakampus.com – Kekecewaan warnai penutupan demonstrasi yang digelar aliansi Cipayung di Kantor Gubernur Sumatera Barat sebab Gubernur maupun Wakil Gubernur tidak menemui massa hingga demonstrasi berakhir. Dalam forum evaluasi usai aksi, massa mewacanakan aksi simbolik sekaligus menyepakati penguatan konsolidasi organisasi, Kamis (25/06).
Berdasarkan pantauan Suarakampus.com, forum evaluasi berlangsung setelah massa membubarkan aksi. Massa aksi menilai gerakan lanjutan perlu disiapkan lebih terarah karena tuntutan yang disampaikan belum mendapatkan respons langsung dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).
Dalil Hakim mengatakan, kekecewaan massa muncul karena setiap dilakukan aksi, gubernur maupun wakil gubernur tidak pernah menemui massa aksi secara langsung.
“Berapa kali kami aksi dan berapa kali teman-teman aksi, tidak ada Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur yang menjumpai massa aksi,”katanya.
Meski demikian, Dalil menegaskan keputusan mengenai bentuk gerakan lanjutan harus ditentukan melalui kesepakatan bersama.
Sementara itu, Habib Prananda mengusulkan agar massa bertahan di lokasi demonstrasi sebagai bentuk keseriusan.
Baginya, aksi simbolik dapat menjadi alternatif yang lebih tepat dibanding langkah yang berpotensi menimbulkan konfrontasi.
“Mungkin kita dengan pernyataan sikap, kita tidur di sini bagi yang mau, duduk di sini sampai pagi. Itu bentuk keseriusan kita,” ujarnya.
Forum evaluasi juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat konsolidasi, Rangga Zamahendra mengatakan, seluruh organisasi yang tergabung dalam aliansi perlu memperkuat basis massa.
“Kita perlu merumuskan peta jalan. Roadmap bergerak tanpa kompas, kita kehilangan arah di tengah lautan. Sedangkan ombak yang kita lawan itu besar,” katanya.
Ia mengusulkan satu pekan ke depan digunakan untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu yang sedang diperjuangkan.
Pada akhir evaluasi, Dalil Hakim mengajak seluruh elemen mahasiswa menjaga persatuan gerakan dan tidak terpecah oleh perbedaan pandangan.
Forum evaluasi kemudian ditutup sekitar pukul 19.40 WIB dengan kesepakatan memperkuat konsolidasi organisasi sebagai langkah awal sebelum menentukan bentuk gerakan lanjutan untuk mengawal tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (Fau)
Wartawan : Zahra Mustika