UIN IB Belum Alihkan Perkuliahan ke Sistem Daring di Tengah Kabut Asap

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terlihat dari Jalan Baru Kampus III UIN IB Padang. Sumber: Irfanov/Suarakampus.com

Suarakampus.com – UIN Imam Bonjol (UIN IB) Padang belum menerapkan sistem perkuliahan daring di tengah kondisi kabut asap yang melanda Padang, Rabu (9/9).

Wakil Rektor I UIN IB Padang, Nurus Sholihin mengatakan, keputusan diambil setelah rektorat membahas kondisi kabut asap dalam rapat.

“Kami sudah rapat dan belum memutuskan perkuliahan akan dilakukan secara online,” katanya.

Menurut Nurus, pembelajaran daring kurang efektif karena membatasi interaksi antara mahasiswa dan dosen. 

“Belum lagi kendala jaringan. Tentu akan mengganggu proses pembelajaran,” tuturnya. 

Selain itu, pemimpin kampus ini juga menegaskan, jika pembelajaran dialihkan daring kendala selama proses pembelajaran akan menyebabkan munculnya ketidaknyamanan. 

Meski demikian, pihak kampus masih membuka kemungkinan perubahan sistem pembelajaran apabila kondisi kabut asap semakin parah.

“Apabila asap semakin parah, maka akan segera dikeluarkan surat edaran pembelajaran daring,” imbuhnya.

Senada dengan Nurus, mahasiswa UIN IB Padang, Rezki menilai pembelajaran daring dapat menjadi kendala bagi mahasiswa.

“Kalau pembelajaran daring, tentu butuh akses internet dan biaya tambahan untuk pembelian kuota,” tutur Rezki kepada suarakampus.com.

Melanjutkan jawabannya, ia menerangkan pembelajaran daring membuat mahasiswa bergantung pada jaringan internet dan ketersediaan paket data. 

“Belum tentu mahasiswa bisa membelinya dikarenakan kondisi ekonomi,” pungkasnya.

Mahasiswa lainnya, Pingky Engelina menyampaikan hal berbeda. Menurutnya, selama kabut asap pembelajaran lebih baik secara daring.

“Kalau pembelajaran dilakukan secara daring, kita tidak perlu keluar dari kos untuk pergi ke kampus. Cukup menggunakan HP untuk mengikuti perkuliahan,” pungkasnya. (rar)

Wartawan : Irfannov Zacky Aji (Mg). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Klinik Kampus III Andalkan Dua Perawat

Next Post

Upgrading Ormawa FUSA Tekankan Penguatan Kapasitas dan Tata Kelola

Related Posts