Suarakampus.com- UIN Imam Bonjol Padang menggelar kuliah umum stadium general. Kegiatan ini membahas langkah kampus dalam menghadapi kuliah tatap muka, sekaligus serimonial dalam pembukaan jalan kampus III.
Rektor UIN IB Padang, Martin Kustati mengatakan, bahwa acara stadium general sengaja digelar untuk menunjukkan kesiapan UIN IB dalam perkuliahan tatap muka ke depannya. “Setelah sekian lama perkuliahan daring, ini menjadi momen perdana saya bertemu dengan mahasiswa,” katanya, Kamis (03/02).
Lanjutnya, Martin mengungkapkan bahwa acara tersebut juga menjadi serimonial dalam pembukaan jalan menuju kampus III yang berlokasi di Sungai Bangek. “Semoga dengan progres seperti ini, bisa memberikan fasilitas lebih dan transportasi memadai bagi seluruh mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto juga menyoroti masyarakat Indonesia belum mampu membendung perbedaan kultur dari agama-agama yang berbeda.
“Bagaimana kita menyikapi perbedaan, seperti itu jugalah kita bisa memunculkan solusi dari masalah moderasi beragama,” katanya saat menyampaikan materi, di Auditorium Prof. Mahmud Yunus, Kamis (03/01)
Selain itu, Yandri menyampaikan bahwa moderasi beragama merupakan refleksi dari berbagai konflik yang terjadi seperti kasus Ambon Islam dan Nasrani, kerusuhan Poso, konflik Tolikora. Katanya, memaknai moderasi agama bukan hanya sebatas pengurangan kekerasan agama tetapi bisa diartikan sebagai keseimbangan menata perbedaan agama.
“Jangan jadikan perbedaan sebagai tolak ukur dalam keharmonisan beragama, namun bangun kesatuan dan hilangkan perbedaan,” tegasnya.
Yandri berpesan kepada Civitas Academica UIN IB, agar tetap berkontribusi penuh untuk memperbaiki hal ini, sebab menurutnya teori tidaklah cukup tanpa dipraktikkan. “Perilaku memoderasi beragama juga mestinya diimplementasikan dalam pergaulan sehari-hari,” harapnya. (ndn)
Wartawan: Hary Elta Pratama