Suarakampus.com– Perpustakaan Tarbiyah UIN Imam Bonjol (UIN IB) Padang menghadapi berbagai kendala fasilitas yang memerlukan perbaikan segera. Kondisi loker yang memprihatinkan dan fasilitas teknologi terbatas ini menghambat pelayanan untuk lebih dari 1.000 mahasiswa Fakultas Tarbiyah, Jumat (13/06).
Mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Citra menyampaikan bahwa fasilitas loker di luar perpustakaan dalam kondisi rusak dan tidak aman digunakan. “Banyak loker berkarat, pintunya copot, dan kuncinya hilang,” ujarnya.
Citra menambahkan, AC ruangan cukup memadai namun tempat diskusi hanya tersedia di lantai luar perpustakaan tanpa fasilitas yang layak. “Tempat diskusinya di luar dan tidak representatif,” tuturnya.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Muhammad Iqbal, menilai perpustakaan perlu dilengkapi dengan akses komputer seperti di kampus 3. “Mahasiswa butuh komputer, seperti di perpustakaan kampus 3,” katanya.
Iqbal juga berpesan, staf perpustakaan dapat lebih ramah dan konsisten dalam menjalankan operasional sesuai waktu yang telah ditetapkan. “Jangan tutup sesuka hati,” ungkapnya.
Mahasiswi Tadris Bahasa Inggris lainnya, Nadya, mengatakan fasilitas AC sering dimatikan dan diganti kipas besar sehingga membuat suasana ruang baca menjadi panas. “Padahal kipas tidak cukup mendinginkan,” jelasnya.
Nadya juga menyampaikan bahwa tidak tersedia komputer untuk mahasiswa dan meminta agar disediakan ruang komputer yang layak. “Komputer harus tersedia untuk menunjang pencarian literatur,” tegasnya.
Khairunnisa Sakinah, mahasiswi Prodi PAI, menyebut jaringan wifi perpustakaan sering bermasalah dan menyarankan menggunakan kuota pribadi. “Koneksinya tidak stabil, lebih baik pakai data sendiri,” katanya.
Sakinah menambahkan, jumlah komputer sangat terbatas dan beberapa tidak berfungsi dengan baik. “Hanya ada satu-dua unit dan sering rusak,” tuturnya.
Selain itu, ia menilai tata letak rak buku sudah baik dan AC di ruang baca menciptakan suasana belajar yang nyaman. “Rak buku terorganisir dan udara ruangan dingin merata,” ucapnya.
Mahasiswa Tadris Fisika, Okta Farhan Syahendra, mengatakan fasilitas secara umum cukup memadai meskipun AC hanya tersedia di ruang baca. “Ruang skripsi dan rak luar tidak ber-AC,” ungkapnya.
Okta berharap toilet bagi mahasiswa dapat dihadirkan karena saat ini hanya tersedia untuk staf. “Toilet umum sangat penting agar mahasiswa lebih nyaman di perpustakaan,” pungkasnya. (ver)
Wartawan: Anisa Fitri Tara (Mg), Faiza Septiani Putri (Mg)