Pandemi Covid-19, UIN IB Tingkatkan Kualitas Mahasiswa dan Dosen

Suarakampus.com- Pandemi tak menghalangi UIN Imam Bonjol (IB) Padang dalam meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen. Hal tersebut dilakukan dengan berbagai cara seperti mengadakan dan berpartisipasi dalam webinar ilmiah, baik skala nasional maupun internasional, serta mengadakan pelatihan penulisan jurnal ilmiah, Minggu (10/01).

Menanggapi hal ini, Wakil Dekan (WD) I Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Sarwan mengatakan akan meningkatkan kemampuan mahasiswa dan dosen dalam bidangnya masing-masing. “Kendati dosen kita telah menyelesaikan studi dari Strata 1 hingga Strata 3, hadirnya webinar tentu akan membuat ilmu mahasiswa berkembang” tanggapnya.

Begitu juga dengan WD III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Daniel Chaniago menuturkan dalam kurun satu tahun terakhir, FAH telah mengadakan webinar ilmiah sebanyak 10 kali. “Tema disesuaikan dengan masing-masing program studi (Prodi) FAH,” tuturnya saat diwawancarai suarakampus.com.

Sama halnya dengan itu WD I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Fakultas Syariah (FS), Azhariah Khalida menjelaskan FS telah melaksanakan webinar sebanyak dua kali dalam kurun satu tahun belakangan ini. “Kami bekerja sama dengan Universitas Teknologi Mara (UiTM) dan perguruan tinggi lainnya,” jelasnya.

Lanjutnya, kegiatan FS secara virtual umumnya diikuti mahasiswa baru berjumlah 500 peserta. Selain webinar FS juga mengadakan kuliah umum diikuti 600 peserta diperuntukkan untuk mahasiswa UIN IB Padang.

“Semoga pandemi cepat berlalu, sehingga aktivitas dapat berjalan seperti biasanya. Tetap patuhi protokol kesehatan, serta baik dosen dan mahasiswa manfaatkan fasilitas online yang disediakan guna menambah wawasan,” harapnya.

Berbeda dengan Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Tegar Putra Trimatra mengatakan diadakan webinar dari pihak kampus dirasa kurang. Hal ini disebabkan webinar diadakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting namun kuota tak mumpuni.

“Kuota pembelajaran dalam jaringan (Daring) baru saya dapatkan di akhir perkuliahan,” katanya.

“Semoga pembelajaran daring kedepannya dapat lebih baik lagi dan kuota dapat terealisasikan tepat waktu di awal perkuliahan, sehingga baik itu webinar dan kegiatan kampus lainnya dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa tanpa memikirkan kuota lagi,” tutupnya.

Wartawan: Rizki Ramadhan dan Salsabila (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Kala Secarik Surat Berbicara

Next Post

Diskusi Sastra di Unsika Bedah Cerpen Feminisme Karya Ahmad Tohari

Related Posts
Total
0
Share