Oleh: Nanang Sanjaya (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)
Senyum mu bagai mentari pagi
Menyentuh jiwaku, menghangatkan hari
Dalam tawa dan canda, kau hadir membawa cahaya
Seperti bintang yang setia, tak lelah bersinar di angkasa
Kau yang dekat, tak hanya di mata
Tapi menetap tenang di relung sukma
Menjadi inspirasiku dalam tiap langkah
Penyemangat saat dunia terasa lelah
Doaku mengalir di setiap senyap malam
Menyebut namamu dalam irama yang dalam
Meski waktu kadang menjauhkan raga
Namun rasa ini tak pernah lelah menjaga
Tak perlu kata-kata yang berlimpah makna
Cukup hadirmu yang jujur dan apa adanya
Di matamu, kutemukan rumah yang kupuja
Tempat segala rindu kembali dan bersandar dengan lega
Andai suatu hari langit tak lagi biru
Dan waktu menghapus jejak langkah menuju
Ketahuilah, aku pernah menjumpai mu
Dengan segenap hati — tanpa ragu, tanpa jemu