Suarakampus.com- Labor Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang raih Juara I pada ajang lomba Festival Sastra Mursal Esten X Tingkat Internasional yang diadakan oleh Depertemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, Sabtu, 25 Oktober.
Produser Labor KPI, Agung Cikal, menjelaskan, karya yang dikumpulkan pada perlombaan yang bertema Sastra untuk Bumi, Manusia, dan Masa Depan, yakni di tanggal 14 Oktober. “Pelaksanaan lombanya dilakukan secara luring, pada 24-25 Oktober, dan pengumumannya pada 25 Oktober 2025,” jelasnya.
Ia mengungkapkan rasa haru, mengingat film ini menjadi karya terakhir yang ia haturkan untuk Labor KPI. “Alhamdulillah juara 1 dan tentu hal ini sangat berkesan sebelum wisuda,”ungkapnya
Ia menjelaskan judul film yang diangkat mengenai sepotong senja untuk pacarku, trilogi Alina. “Perlombaan FSME harus mengadaptasi dari karya sastra seperti cerpen, puisi, novel dan lainnya, Maka dari itu kami memilih cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku, karya Seno Gumira Adidarma,” ungkapnya.
Menurutnya, sengaja angkat judul ini, karena tantangan dalam adaptasi novel menjadi film lebih menggugah, ketimbang membuat alur sendiri. “Bagi yang pernah baca cerpennya pasti merasa aneh dan absurd,”ujarnya
Ia mengatakan, dalam pembuatan film tidak sepenuhnya meniru dari novel, mereka membuat versi sendiri sesuai dengan pemahaman. “Kami ingin bereksperimen dalam menulis naskah film atau membuatnya menjadi sebuah film,” katanya.
Lanjutnya, proses pra-produksi film berlangsung selama satu minggu. mencakup penulisan naskah, persiapan alat, bedah naskah. “Setelah pra produksi, lalu syuting selama empat hari,” sampainya.
Dalam proses penulisan naskah, ia berulang kali membaca dan menonton film adaptasi cerpen. “Mungkin film yang kami bikin tidak sesuai dengan cerpen aslinya, sangat jauh berbeda,” pungkasnya.
Pesan yang ingin ia sampaikan dalam film adalah menunjukkan bahwa cinta yang tulus itu tidak salah. “Sudut pandanganya ada tiga, pertama dari tokoh utama, kedua dari masyarakat,”katanya
Agung mengaku, mendapat bantuan dari kampus, berupa alat-alat syuting, namun kebutuhan yang lainnya menggunakan dana pribadi.
“Semoga Festival ini terus berlanjut, dan bisa menambah pengalaman wawasan mahasiswa. Ajang ini semoga bisa membangkitkan semangat berkarya,” tutupnya. (ryn)
Wartawan: Elsa Mayora