Suarakampus.com– Jaringan Aktivis dan Lembaga Muslimah Muda (JAM for Islam Kaffah) mengadakan forum bertajuk Empowered Youth: A Collective Movement for Transformation yang membahas peran strategis Generasi Z dalam menghadapi krisis sosial dan politik. Acara ini berlangsung dengan menghadirkan tiga pemateri pada Minggu (28/9).
Pemateri pertama, Melva Agustin menilai Generasi Z yang kini mendominasi populasi tengah mengalami krisis terhadap fenomena sosial. “Demo menjadi salah satu bentuk pergerakan mereka dan tidak bisa dianggap remeh,” ungkapnya.
Melva menjelaskan tidak semua pemuda sadar penuh terhadap kondisi negara. “Sebagian dari mereka memilih menunjukkan kesadaran melalui aksi massa,” paparnya.
Koordinator Back to Muslim Identity Community Sumbar, Salmia Atika, menyorotii masih terbatasnya kesadaran pemuda terhadap permasalahan bangsa. “Perubahan seperti apa yang kalian, para pemuda, inginkan?” tanyanya.
Salmia menambahkan, keseimbangan antara sistem dan individu sangat menentukan arah perubahan. “Sistem berjalan karena adanya orang-orang di belakangnya, dan tanpa sistem negara tidak tertata,” jelasnya.
Koordinator Daerah JAM for Islam Kaffah, Ramandani Safitri menegaskan, Rasulullah merupakan teladan utama dalam membawa perubahan. “Perubahan tidak cukup hanya dengan aktor, tetapi juga ide yang melandasi,” tegasnya.
Ramandani menekankan Gen Z harus meneladani perjuangan Rasulullah sebagai The Best Transformer. “Dari teladan itu lahir transformasi revolusioner from darkness to the light,” tutupnya. (ver)
Wartawan : Latifah Rabbaniah