Suarakampus.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar wisuda ke-94 hari kedua di Gedung J Kampus III Sungai Bangek untuk melepas wisudawan dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) serta Fakultas Syariah. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi ratusan lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademik, Selasa (28/10).
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati menyampaikan, perjalanan wisudawan diwarnai pengorbanan orang tua yang tidak terhitung di setiap toga yang dipakai. “Perjalanan yang diwarnai pengorbanan orang tua,” katanya.
Martin mengatakan, kelulusan putra-putri terbaik bangsa ini bukan hanya perayaan tetapi juga puncak dari perjalanan panjang yang penuh makna. “Kita merayakan puncak sebuah perjalanan panjang,” ungkapnya.
Rektor menjelaskan, perjalanan wisudawan menuju kelulusan penuh dengan suka duka dan perjuangan untuk menyelesaikan kuliah di kampus tercinta. “Pahit getir suka duka untuk menyelesaikan kuliah,” jelasnya.
Martin menyampaikan, Imam Bonjol sebagai seorang guru ulama yang hidupnya mencerdaskan bangsa menjadikan para wisudawan sebagai pewaris tradisi tersebut. “Para wisudawan adalah pewaris tradisi,” ungkapnya.
Rektor menegaskan, gelar akademik bukan hanya bukti penguasaan ilmu tetapi juga lisensi untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu demi kemaslahatan umat. “Lisensi untuk terus belajar demi kemaslahatan umat dan menjadi imam,” ungkapnya.
Martin mengibaratkan, wisudawan sebagai nahkoda kapal yang berlayar di tengah lautan luas menghadapi ombak kuat untuk menguji ketahanan. “Di sanalah seorang dimuji ketahanan dan daya tahannya,” jelasnya. (ver)
Wartawan: Najwalin Syofura, Anisa Fitri Tara