Malam Yang Berbisik

Ilustrasi menampilkan seseorang yang duduk sendiri di ruang sunyi, ditemani cahaya lampu dan bulan di balik jendela. Menggambarkan kesepian, renungan, dan malam yang terasa tak berujung. Sumber : Najwalin Syofura.

Oleh : Raihani Salsabila
(Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam)

Di tengah malam yang gelap gulita
Aku duduk sendirian di ruang kosong
Lampu redup menyapa kegelapan
Membuat bayangan menari tanpa iringan.

Angin malam menyusuri jendela
Membawa aroma hujan yang tak kunjung datang
Bintang-bintang bersembunyi di balik awan
Meninggalkan langit dalam diam abadi.

Jam dinding berdetak pelan
Mengingatkan waktu yang berlalu sia-sia.
Tak ada suara, tak ada tawa
Hanya keheningan yang menusuk hati.

Kenangan masa lalu muncul samar
Seperti bayangan di cermin retak.
Aku renungkan langkah yang salah
Di malam yang tak pernah berakhir.

Bulan purnama mengintip dari jauh
Menyapa dunia yang sudah tidur
Namun aku terjaga dalam sunyi
Menghitung detak hati yang sepi.

Jalanan kosong tak ada kendaraan
Hanya angin yang berlalu tanpa pamit.
Aku berjalan dalam pikiran gelap
Mencari cahaya yang hilang entah ke mana.

Malam ini, kesunyian adalah teman,
Membungkusku dalam pelukan dingin.
Tak ada harapan, tak ada mimpi
Hanya aku dan malam yang tak berujung.

Di akhir malam, fajar pun datang
Namun kesunyian tetap tinggal.
Aku bangun dengan hati yang kosong
Menghadapi hari yang sama sepi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Mahasiswa UIN IB Bersiap Hadapi Perkuliahan Genap di Tengah Kekhawatiran Pascabencana

Next Post

Malam Yang Ditaburi Bintang-Bintang

Related Posts